Pelaku Penimpas Sabirin dan Rafe’i Berhasil Diringkus

Tersangka Misran diapit petugas dan barang bukti sebilah parang yang digunakan tersangka untuk menimpas kedua korbannya

Tersangka Melarikan Diri Dengan Bergantung di Ferry

PENAJAM (NK) – Jajaran Polsek Penajam dan Polres Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (10/03/2019) sekitar pukul 18.30 wita berhasil meringkus Misran (38) warga jalan Samratulangi RT 002, Kelurahan  Kariangau, Kota Balikpapan, pelaku tindak pidana penganiayaan berat terhadap korban luka berat atas nama Sabirin Mukhtar (44) luka berat dan Muhammad Rafe’i (46) korban meninggal dunia.

Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar melalui Kapolsek Penajam, Iptu Muhlis HD, kepada awak media, Selasa (12/03/2019) mengungkapkan, ditangkapnya tersangka setelah pihaknya melakukan pengejaran usai tersangka melakukan tindak pidana Penganiayaan Berat (Anirat) di jalan Propinsi, Km 9, kelurahan Nipah Nipah, kecamatan Penajam PPU.

Adapun identitas korban yakni, Sabirin Mukhtar, Warga RT 003, Desa Banua Supanggal, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Propinsi Kalimantan Seletan (Kalsel) mengalami luka berat dibagian lengan kiri, leher dan kepala, sedangkan korban Muhammad Rafe’i, warga RT 009,  Kelurahan Barabai Timur, Kecamatan Barabai, HST Kalsel telah meninggal dunai menderita cukup parah pada bagian kepala.

Dibeberkannya, tersangka berhasil ditangkap saat bersembunyi di rumah keluarga di Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

Ia menuturkan, setelah melakukan tindakan Anirat tersangka melarikan diri ke arah pelabuhan Ferry Penajam dan dilakukan pengejaran oleh Personel Sat Reskrim Polres PPU serta personel Polsek Penajam dan diketahui identitas pelaku bernama Misran, namun tersangka berhasil meloloskan diri.

Menurut keterangan tersangka, lanjutnya, setelah kejadian itu pelaku melarikan diri dengan menyusuri pinggir laut menuju pelabuhan speedboat hingga jembatan pelabuhan Ferry.

“Kemudian tersangka berenang ke arah kapal dan bergantung di badan kapal ferry yang akan berangkat dari pelabuhan Penajam menuju pelabuhan Kariangau Balikpapan,”ujar Kapolsek.

Tetapi, lanjutnya, setelah ditengah perjalanan, tangan pelaku terlepas dari badan ferru sehingga pelaku hanyut ke tengah laut, namun berhasil diselamatkan oleh kapal klotok yang sedang melintas menuju ke sungai Meriam Samarinda. disana pelaku mendatangi keluarganya yang berdomisili di Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang.

“Kami sempat melakukan koordinasi dengan keluarga pelaku agar tersangka segera menyerahkan diri. Sehingga pelaku dapat diamankan dan dijemput di Samarinda, saat ini pelaku sudah diamankan di rutan Polsek Penajam untuk dilakukan Penyidikan lebih lanjut,”katanya.

Kapolsek mengungkapkan, dari pengakuan tersangka, tindak pidana Anirat hingga membuat korbannya luka berat serta meninggal dunia dilakukan seorang diri menggunakan senjata tajam jenis parang.

Pengakuan tersangka awalnya dia dipukul duluan menggunakan kunci roda dan akhirnya tersangka ambil parang dan menimpas kedua korbannya. Kejadian perkelahian itu dipicu karena truk korban menyerempet truk tersangka saat berada masuk dalam ferry,”tukasnya.

Sementara itu, Misran kepada awak media menuturkan, kejadian tersebut dipicu karena truknya yang posisi ada disebelah kiri dalam ferry diserempet oleh truk korban yang ketika itu disopiri Muhammad Rafe’i saat masuk dalam kapal ferry.

Kemudian dia mendatangi truk tersebut, ternyata yang ada hanya korban Sabirin Mukhtar merupakan kernet truk korban. Ketika itu datang sopirnya sembari mengatakan kenapa dan langsung hendak memukul tersangka.

“Ketika itu saya bilang jangan paman, kita sama – sama dijalan tetapi korban ngajak berkelahi serta mengatakan kalau kamu tidak mau disini kita ketemu didarat atau diperbatasan,”tuturnya.

Kemudian, tambahnya, saat sandar dan mau bongkar muat di pelabuhan Penajam, dirinya berniat mau keluar duluan dari ferry tetapi disalip oleh korban, sehingga tersangka dan korban sempat kejar – kejaran, namun ketika berada di tempat kejadian truk korban berhasil mengejar serta memotong laju kendaraan tersangka.

Ketika itu, jelasnya, korban Muhammad Rafe’i langsung turun dari truknya serta menyerangnya menggunakan kunci stang roda sehingga leher tersangka luka akibat cucukan kunci roda itu.

“Saya dikeroyok sehingga saya ambil parang saya. Ketika itu saya sempat berkelahi dengan mereka berdua dan berhasil menimpas kedua korban. Memang pada saat berkelahi dengan korban ada beberapa temannya yang lewat dan melerai dirinya dengan korban,”katanya.

Ia menegaskan, dirinya mengesekusi korban sendiri saja tidak melibatkan teman – temannya. Setelah kedua korban tersungkur dirinya langsung melarikan diri ke arah Penajam dan bersembunyi di Samarinda Seberang.

Diberitakan, Muhammad Rafei dan Sabirin Mukhtar keduanya warga Kabupaten HST, Kalsel, menjadi korban penimpasan  Orang Tak Dikenal (OTK) dan belakang diketahui tersangka bernama Misran.

Peristiwa pada Kamis dini hari tersebut terjadi  di depan tangki air atas kantor Bupati PPU, jalan Propinsi Km 09 Kelurahan Nipah – Nipah,  Kecamatan Penajam, PPU. Kejadian ini  dipicu akibat truk korban bersenggolan dengan truk tersangka, ketika berada di ferry penyeberangan dari Karingau menuju Penajam.

Kedua korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU, namun Muhammad Rafe’i meninggal dunia di RSUD akibat menderita luka berat dibagian kepala, sedangkan korban Sabirin Mukhtar menderita luka bagian lengan kiri. leher dan kepala kini telah dipulangkan ke desanya.  (nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.