Pematokan Lahan Jembatan Tol Teluk Balikpapan Sisi Penajam Dilaksanakan

Proses pengukuran dan pematokan lahan yang bakal dibebaskan untuk trase jalan menuju serta ke jembatan tol teluk Balikpapan yang akan segera dibangun 

PENAJAM (NK) – Pematokan lahan untuk kebutuhan trase jalan menuju serta ke jembatan tol teluk Balikpapan sisi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang segara dibangun, mulai dilakukan pengukuran dan pematokan oleh Tim Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) bersama kantor Badan Pertanahan Nasional/ Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) PPU.

Kegiatan pematokan lahan yang akan dibebaskan untuk kebutuhan tol tersebut, (Kamis (1/8/2019), dilaksanakan dari kilometer 4 hingga Km 3.5 Kelurahan Nenang dan didampingi staf Kecamatan Penajam dan Lurah Nenang, Mahmudin.

Mahmudin kepada newskaltim.com mengatakan, lahan yang bakal dibebaskan dan  dilakukan pematokan sementara seluas 14 hektar dengan jumlah 96 pemilik lahan, namun jumlah itu bisa saja bertambah ataupun berkurang, karena beberapa orang belum teridentifikasi.

Pematokan rencanannya dilakukan pada bidang tanah yang terdata. Proses pematokan direncanakan selesai satu hingga dua hari, tetapi kita berharap selesai hari ini,”ujarnya.

Jika patok sudah terpasang seluruhnya, lanjut Mahmudin, kemudian Satuan Tugas (Satgas) A dan B akan memetakan bidang-bidang tanah. Peta bidang tanah itu dijadikan dasar untuk penentuan appraisal atau harga.

Untuk diketahui, jelasnya, 14 hektar lahan yang akan dibebaskan tersebut diatas terdapat lebih kurang 20 rumah milik warga, lahan tambak ikan serta rumah usaha -usaha masyarakat seperti perkayuan dan lainnya. Dan baru diketahui mana – mana lahan yang terkena setelah selesai pematokan nanti.

Diberitakan, Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud mengatakan, pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan yang menghubungkan Kabupaten PPU – Kota Balikpapan, sudah masuk tahapan pelelangan atau tender di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kemen PUPR, harapannya bisa segera dibangun.

“Terkait dengan Jembatan Tol Teluk Balikpapan prosesnya sudah masuk pelelangan, mudah – mudahan dalam waktu dekat ada kegiatan pembangunan paling tidak satu hingga lima tahun kedepan sudah bisa dirasakan masyarakat jembatan itu,”katanya.

Dibeberkan AGM, kemarin dirinya sempat berkomunikasi dengan Komisaris Utama PT Waskita Karya Tbk, Badrodin Haiti, mengatakan, bahwa itu merupakan keseriusan pemerintah pusat untuk membangun jalan tol tersebut.

Jalan tol tersebut merupakan keseriusan pemerintah pusat untuk menkoneksikan antara kabupate/ kota,”ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, ini juga merupakan program nawacita bapak Presiden RI, Joko Widodo serta Gubernur Kaltim, Isran Noor tentunya.

AGM menuturkan, dirinya saat ini hanya mengiring berjuang agar pembangunan itu bisa terwujud selama dimasa jabatanya, pasalnya dimana jabatan bupati terdahulu tidak pernah sampai pada tahapan lelang.

“Saat ini sudah tahap lelang dan mudahan tidak ada kendala dari segi apapun sehingga bisa segera dirasakan oleh masyarakat Kalimantan terkhusus Kaltim,”pungkasnya.(nav/nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.