Balikpapan

Pemukiman Kumuh di Kota Minyak Capai Ratusan Hektare

NEWSKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kendati meraih segambreng penghargaan kebersihan lingkungan, tetapi Kota Minyak julukan Balikpapan ternyata masih memilki kawasan kumuh yang besar. Pemukiman kumuh luasnya mencapai 282,2 hektare yang terserak di 12 kelurahan.

Jumlah kawasan kumuh tersebut setara dengan 10 persen luas permukiman di Balikpapan. Fakta mencengangkan itu terungkap dalam dalam lokakarya sosialisasi dan komunikasi program Kota Tanpa Kumuh di Hotel Grand Jatra, baru-baru ini.

Program Kotaku adalah upaya strategis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Dirjen Cipta Karya untuk meningkatkan peran masyarakat dalam hal penanganan permukiman kumuh.

Perwakilan Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Kaltim, Rahmat Ramadhan menjelaskan, pemerintah siap melakukan pendampingan. Syaratnya, gagasan harus muncul dari masyarakat di permukiman itu sendiri.

“Misalnya, mau diapakan permukimannya. Mau bangun jalan atau jembatan atau drainase,” urainya mencontohkan.

Pemukiman kumuh di Balikpapan mencapai 282,2 hektare yang terserak di 12 kelurahan.

Nantinya pemkot akan terlibat membantu dalam penyusunan detail engineering design. Setelah itu baru tugas pemerintah pusat untuk membangun fisiknya dengan dana APBN. Pembangunan itu juga harus dilakukan masyarakat sendiri.

Sehingga sesuai dengan misi Dirjen Cipta Karya untuk membangun sistem. Memfasilitasi pemerintah daerah dan komunitas dengan pembangunan berbasis masyarakat. Ia mengklaim program ini sudah berjalan bertahap.

Ada beberapa DED yang sudah masuk, namun ia tak hafal besarannya. Pihaknya masih terus menunggu gerakan dari permukiman kumuh lainnya yang sudah terdata dan ditetapkan dalam keputusan wali kota. “Kalau masyarakatnya tidak bergerak, kami tidak bisa membantu. Mungkin mereka menganggap lokasi itu sudah bagus, tak perlu ada perbaikan,” jelasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top