PPU Nol Kemiskinan Ekstrem, Komisi II DPRD PPU Ingatkan Ancaman Rawan Miskin
PENAJAM (NK) – Meski angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan sudah nol persen pada tahun 2024, Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak lengah terhadap potensi munculnya kelompok rawan miskin.
Sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah 2024, Thohiron menyebut capaian penghapusan kemiskinan ekstrem ini patut disyukuri. Namun ia menegaskan, fokus ke depan harus diarahkan pada upaya pencegahan agar tidak muncul kemiskinan baru.
“Alhamdulillah, kemiskinan ekstrem di tahun 2024 itu habis, nol persen menurut data. Tapi ingat, kemiskinan itu tidak akan hilang sepenuhnya. Yang penting sekarang adalah mencegah jangan sampai ada yang jatuh miskin lagi,” kata Thohiron, Selasa (15/4/2025).
Ia menjelaskan, kelompok rawan miskin biasanya tidak terdata dalam angka kemiskinan ekstrem, namun sangat rentan jatuh miskin jika menghadapi krisis, seperti sakit atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kalau dalam kondisi normal, mereka masih bisa bertahan. Tapi ketika ada musibah, bisa langsung jatuh ke kategori miskin. Ini yang harus jadi perhatian kita bersama,” tegasnya.
Thohiron menambahkan, selama ini kategori miskin ekstrem dihitung berdasarkan penghasilan di bawah Rp300 ribu per bulan atau sekitar Rp10 ribu per hari. Namun masyarakat yang penghasilannya Rp1 juta per bulan tetap belum bisa disebut hidup layak, meski tidak termasuk kategori miskin ekstrem.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada program bantuan sosial, tetapi juga meningkatkan upaya pemberdayaan ekonomi, terutama bagi kelompok rentan.
“Pemberdayaan ekonomi harus diperkuat, supaya mereka yang rentan ini bisa mandiri dan tidak mudah terdampak kalau ada krisis,” pungkasnya.(ADV/NK)
