Sembuh dari Covid-19 dengan Selalu Memotivasi Diri

SAMARINDA (NK) – Hari itu menjadi waktu yang sangat berat dan menyiksa bagi Nema –bukan nama sebenarnya– seorang perempuan berusia 48 tahun. Dia tinggal di Jalan Pangeran Suryanata Kelurahan Air Putih Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kondisi tubuh tidak fit, cepat lelah, lesu, susah tidur, flu, batuk, hidung meler, dan mampet dialaminya. Dia merasa tubuhnya terpapar virus ganas mematikan Covid-19, mengingat tanda-tanda gejala umum pada penderita para penderita virus asa Wuhan itu.

Sebelum terpapar virus corona, Nema yang berprofesi sebagai guru salah satu sekolah di kawasan Juanda Samarinda tersebut, tidak tahu terpapar virus corona di mana dan kontak dengan siapa. Padahal dia merasa sudah mengikuti segala protokol kesehatan 3M, termasuk anjuran pemerintah untuk Work From Home (WFH). Tidak sering keluar rumah, kecuali ada keperluan mendesak, dia pun mengaku tidak mempunyai riwayat perjalanan atau bepergian ke luar kota.

“Ketika saya sudah merasa ada gejala terpapar virus corona, sistem imunitas tubuh saya menurun, dengan pertimbangan keluarga, saya melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dan hanya berdiam diri di dalam kamar. Terpisah dengan suami dan anak-anak,” kata ibu tiga anak itu kepada Newskaltim.com, Jumat (27/11) lalu.

Selama 14 hari, dia mengonsumsi obat penurun panas, vitamin, minum ramuan hebal; mulai, madu, propolis, safron, pollen, termasuk obat herbal dari china, konsumsi kurma, dan air zam-zam. Tiap sore hari minum air kelapa dicampur garam himalaya, madu, jeruk nipis. Malamnya minum jamu ramuan kunyit, jahe, serai, madu, dan jeruk nipis.

Namun kesehatannya belum juga pulih, malahan kondisi Nema semakin hari semakin parah. Itu lantaran ada beban psikologis yang menggangunya. Ya, stres, ada rasa was-was, ketakutan saat akan tidur, karena kebayang terbangunnya sudah di alam kubur di Pemakaman Serayu Kelurahan Tanah Merah Samarinda (pemakaman khusus Covid-19).

Kemudian, setelah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, pada Hari Selasa 29 September 2020, Nema kembali melakukan tes swab mandiri di klinik laboratorium. “Hasilnya menunjukan saya masih terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Sehingga saya kembali melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” ujar perempuan berhijab itu.

Pada 14 hari periode kedua, dia lebih banyak mendapatkan dukungan dan motivasi dari suami, anak, saudara, dan teman-temannya. Agar dia lebih kuat secara mental, dia pun banyak berdoa dan tilawah Al Quran, serta berusaha untuk selalu berpikir positif, memotivasi diri dengan sugesti kata-kata positif. Khususnya pada saat akan tidur, dengan harapan sistem imunitas nya bisa membaik.

“Selama isolasi mandiri kedua, saya makan makanan bergizi, minum suplemen vitamin, minuman herbal baik yang instan maupun buatan tangan sendiri. Saya pun selalu bangun sholat tahajut berdoa untuk kesembuhan. Memotivasi diri dengan mengucapkan sugesti kata-kata positif seperti aku kuat, aku sehat, aku bahagia, khususnya pada saat akan tidur,” ungkap Nema.

Selama 28 hari menjalani isolasi mandiri, dia pun rutin senam pagi dan berjemur. Setiap sore minum air kelapa dicampur garam himalaya, madu, dan jeruk nipis. Akhirnya, setelah melalui masa isolasi mandiri periode kedua, kondisi kesehatan Nema berangsur-angsur pulih dan semakin membaik. Tidak lagi ada rasa lelah, letih, lesu, susah tidur, flu, batuk, hidung meler mampet dan sesak napas, bahkan dia mulai memberanikan diri berinteraksi dengan suami dan anak cucu di dalam rumahnya.

“Saya merasa yakin sudah sembuh, tidak ada gejala apapun dan saya memutuskan tidak melakukan tes swab lagi karena ketika saya melalui masa isolasi dan pasca isloasi kemudian berinteraksi dengan keluarga lainnya, tidak ada satupun dari mereka yang terpapar Covid-19,” ungkapnya.

==BERIKUT SARAN DAN MOTIVASI DARI NEMA==

1. Keyakinan dengan pikiran positif maka semua menjadi positif dan hati menjadi tenang, pikiran tenang, berfikir menjadi jernih. Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini, semua karena kehendak Allah SWT dan yakin lah Allah yang akan menyembuhkan. Kuatkan keyakinan bahwa Allah akan menyembuhkan. (QS. 21 ayat 83 -84 dan QS. 26 ayat 80).

2. Perbanyak doa dan dzikir serta tilawah Al Quran sehingga hati menjadi tenang dan dengan ayat-ayat –Nya, Allah menurunkan kesembuhan, yakin Allah yg menurunkan sakit maka Allah pula yang menurunkan penawarnya.

3. Makan makanan bergizi, minum suplemen vitamin dan minuman herbal.

4. Memakai masker, cuci tangan setiap melakukan aktifitas, jaga jarak, hindari kerumunan, dan jika bepergian ke luar rumah, sekembalinya, usahakan baju langsung di ganti dan dicuci bersih.

5. Jangan panik hadapi dengan tenang karena jika panik maka sistem imunitas tubuh kita akan menurun, tidur gelisah dan semakin memperparah sakit di tubuh kita.

6. Hidup sehat dengan memotivasi diri untuk berpikir positif dengan sugesti mengucapkan kata-kata positif, tersenyum dan bahagia maka imunitas tubuh meningkat dan tubuh kita kuat maka bisa melawan paparan virus Covid- 19. (nk-01/rif)