Sumber Kebocoran Pipa Minyak Pertamina Ditemukan

Sejumlah petugas dari PT Pertamina dan Tim Gabungan Pemkab PPU saat berada di lokasi pengalian pipa minyak yang bocor terletak disisi sungai Nenang Besar RT 04, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Pekerjaan penanganan kembali dilanjutkan besok pagi dengan bantuan UPT PU Kecamatan Penajam 

Pengalian Sempat Tertunda Akibat Air Pasang

PENAJAM (NK) – Pipa minyak milik PT Pertamina di RT 04 dan RT 07 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang mengalami kebocoran sejak Kamis (5/4/2018) pagi kemarin, akhirnya berhasil ditemukan titik sumber kebocorannya oleh PT Pertamina, Jumat sore (6/4/2018).

Pencarian sumber titik kebocoran pipa yang dilakukan secara manual akhirnya berhasil ditemukan oleh PT Pertamina yang menggunakan tenaga sewa dari masyarakat setempat,”ucap Kasubid Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  PPU, Nurlaila kepada newskaltim.com dilokasi kejadian.

Awalnya, pengggalian tanah secara manual yang dilakukan sejak pagi hari tadi di pinggir sungai Nenang Besar sempat tertunda, karena kondisi air sungai sedang pasang naik dan secara visual hujan. Tetapi setelah sholat Jumat  kegiatan kembalikan dilakukan karena bertepatan dengan surutnya air laut yang masuk kedalam sungai itu.

Ia menambahkan, keterangan dari penanggungjawab lapangan dari Pertamina Divisi Maintenance Lawe Lawe, Helmi, lubang galian terdapat pipa didalamnya dan berisi minyak bercampur air akan dihisap menggunakan pompa disalurkan ke tempat penampungan agar lubang bekas galian kering.

“Hasil sedotan dari lubang galian ke tempat penampungan akan dipisahkan antara material minyak dan air dengan menggunakan Cellusorb atau oil absorbent penyerap minyak. Setelah lubang galian kering rencananya pipa diberi klam untuk menutup kebocoran pipa tersebut,”tukasnya.

Namun, lanjutnya, untuk pemasangan klam pipa yang bocor area kerjanya harus diperlebar, tetapi apabila dilakukan secara manual maka hasil kurang maksimal, akhirnya PT Pertamina meminta bantuan kepada UPT PU Penajam dan operator alat berat.

“Alat berat milik UPT PU Penajam saat ini sudah berada di lokasi dan rencananya besok pagi dilakukan penggalian,”katanya.

Dibeberkannya, sekitar pukul 10.00 wita pagi dua anggota DPRD PPU yakni Syahrudin M.Noor, SE dan Syarifuddin HR beserta staf mendatangi lokasi kebocoran,  guna melakukan peninjuan. Selain  untuk mengetahui secara langsung kondisi lapangan juga direncanakan persiapan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD bersama Pemkab dan PT. Pertamina dalam waktu dekat ini.(ervan/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.