Tabrak Kelotok, Speedboat Terbalik di Teluk Balikpapan

Petugas gabungan bersama warga saat melakukan evakuasi speedboad ke arah pelabuhan Penajam dalam laka laut yang tidak menimbulkan korban jiwa 

Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan

PENAJAM (NK) – Sebuah kapal motor jenis speedbaot yang bertolak dari pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (30/12/2018) sekitar pukul 19.30 wita berisi tujuh orang terbalik, setelah bertabrakan dengan satu kapal kelotok nelayan ketika berada di depan pelabuhan Semayang. Beruntung atas kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Kasubbid Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila kepada newskaltim menuturkan kejadian kecelakaan laut tersebut berawal saat kelotok nelayan yang dikemudikan M. Amin (53) bersama anaknya Jumadi (30) warga Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan berangkat menuju arah Tanjung Kabupaten PPU dari pelabuhan speedboat Kampung Baru untuk mengambil ikan.

Namun, saat berada di depan pelabuhan Semayang sekitar 500 – 700 meter  dari pelabuhan Semayang, kapal kelotok nelayan itu bertabrakan  dengan speedboat yang dikemudikan atau driver M. Tauhid (20) serta co drivernya M. Yunus (24) keduanya warga PPU dengan jumlah penumpang lima orang sehingga total terdapat tujuh orang,”urainya.

Saat itu, lanjutnya, kapal kelotok mengarah ke PPU sedangkan speedboat mengarah dari pelabuhan Semayang menuju ke pelabuhan Penajam, dari arah samping kiri depan kelotok. Sehingga  terjadilah tabrakan dan mengakibatkan speedboat terbalik.

Melihat speedboat terbalik, tambahnya,  M. Amin  langsung melempar peti gabus putih sedangkan driver dan co driver speedboat ikut melakukan penyelamatan dengan langsung melompat ke laut dan menolong penumpangnya.

Adapun nama – nama penumpang speedboat tersebut yakni,  Heri  warga BTN Km 1 Penajam, seorang wanita belum diketahui identitasnya merupakan teman Heri,  Malinda warga Perumahan Rawa Indah (Gusung) RT. 27 Penajam, suami Malinda belum diketahu identitasnya dan balita bernama Alina (1,6) anak dari Melinda.

Dibeberkannya, setelah mendapatkan informasi tersebut,  tim gabungan yang dipimpin langsung Wabup PPU, H. Hamdam terdiri dari BPBD PPU dan Satgas, Dishub PPU, Kodim 0913/ PPU, Pos TNI – AL di Penajam, Polairud Polres, Polsek Penajam langsung bergerak mendatangi lokasi.

“Speedboat yang tenggelam langsung diikat dan di bawa ke pelabuhan Penajam menggunakan kelotok dan beberapa speed boat, seluruh penumpang dinyatakan selamat meskipun seorang penumpang balita harus mendapatkan perawatan medis karena tertelan air laut. Sementara itu antara driver speedboat dan kelotok telah menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan,”pungkasnya.(nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.