ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoHEADLINEKaltim

Target Realisasi anggaran capai 93-94 persen, Agusriansyah; Sektor pendidikan faktor paling dominan

SAMARINDA (NK) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan realisasi anggaran di kisaran 93–94 persen dinilai tidak berlebihan. Penilaian itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Agusriansyah Ridwan yang menilai sektor pendidikan sebagai faktor paling dominan dalam mencapai capaian tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa postur belanja pendidikan sebagian besar terdiri atas komponen yang bersifat rutin dan wajib. Mulai dari pembayaran gaji pendidik, tunjangan tambahan penghasilan (TPP), serta Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Komponen-komponen ini hampir selalu terserap penuh setiap tahun sehingga menjadi penopang utama tingginya realisasi anggaran.

“Belanja pendidikan itu strukturnya didominasi gaji, TPP dan BOSDA. Semuanya pasti berjalan karena memang wajib disalurkan. Maka target realisasi untuk Disdik terbilang sangat memungkinkan,” jelasnya pada Kamis (27/11/2025)

Lebih lanjut, Ia menambahkan BOSDA berfungsi sebagai dukungan pembiayaan pemerintah daerah terhadap kebijakan sekolah gratis bagi peserta didik. Dana tersebut menutup berbagai kebutuhan operasional sekolah yang sebelumnya bersumber dari iuran siswa.

“Sebagai belanja prioritas, BOSDA selalu masuk daftar program yang dicairkan tepat waktu dan berkontribusi besar terhadap serapan anggaran,” lanjutnya.

Tak hanya itu, bantuan lainnya seperti pengadaan seragam sekolah juga dijadwalkan cair pada akhir tahun anggaran.  Penyaluran ini diperkirakan akan menambah dorongan terhadap realisasi anggaran sektor pendidikan pada triwulan keempat.

Terkait kemungkinan adanya pemangkasan anggaran bagi perangkat daerah yang tidak mencapai target, Agusriansyah menegaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan penuh gubernur.
Pun, Agusriansyah mengatakan bahwa DPRD kaltim menghormati seluruh kebijakan tersebut selama dijalankan sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau gubernur sudah menetapkan target, tentu perangkat daerah harus patuh. Kita mendorong semuanya menjaga komitmen agar penyerapan anggaran dapat optimal,” tutupnya (ADVERTORIAL/NK)