ADVERTORIAL - PARLEMENTARIA

Wabup PPU Lepas Stiker Pengawasan ODP Klaster Gowa

Wabup PPU, H. Hamdam serahkan surat keterangan sehat ke ODP yang selesai isolasi mandiri

PENAJAM (NK) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), melalui Wakil Bupati PPU, Hamdam melakukan pelepasan stiker pengawasan yang dipasang di rumah-rumah warga berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) dari klaster Gowa yang ada di PPU.

“Pelepasan stiker tersebut sebagai tanda selesainya masa karantina mandiri bagi para ODP bagi masyarakat yang tergabung dalam klaster Gowa di Kecamatan Babulu,” ujar Hamdam kepada newskaltim, Sabtu (9/5/2020) di Penajam.

Dibeberkannya, rumah yang ditempel stiker beberapa waktu lalu di Kecamatan Babulu, Waru, Penajam dan di Kecamatan Sepaku, total sebanyak 58 rumah didiami oleh ODP klater Gowa. Kini stiker tersebut dilepas karena ODP tersebut telah selesai melaksanakan isolasi atau karantina mandiri di rumahnya masing-masing.

“Dari 58 rumah milik ODP ada 53 rumah penghuninya kami nyatakan selesai melakukan isolasi mandiri selama 14 hari lamanya dan mereka menunjukkan perubahan cukup baik karena tidak menimbulkan gejala mengarah COVID-19. Namun ada lima rumah di Kecamatan Babulu tidak dilakukan pelepasan,” tuturnya.

Hamdam menjelaskan, lima rumah yang stikernya tidak dilepas tersebut, jelasnya, lantaran ODP tersebut tidak menunjukkan perubahan kondisi atau membaik selama masa isolasi mandiri. Bahkan hasil rapid test mereka reaktif corona.

“Karena hasil rapid test-nya menunjukan reaktif positif virus corona, maka kami dari Gugus Tugas menambah kembali masa isolasi mandiri 14 hari kedepan bagi ODP di Kecamatan Babulu dan tetap mendapat pengawasan tim Puskesmas Babulu,” tegasnya.

Kemudian lanjutnya, gugus tugas melakukan pemasangan empat stiker pengawasan di rumah yang didiami ODP yakni tiga rumah ODP di Kecamatan Penajam dan satu di Kecamatan Waru, guna pemantauan selama 14 hari kedepan.

Para ODP yang telah stiker rumahnya telah dicopot, terangnya, mereka sudah boleh melakukan aktivitas di luar rumah seperti biasanya. Tetapi mereka harus tetap mengikuti protokol penanggulangan COVID-19, serta mengikuti anjuran pemerintah terkait pembatasan sosial, selalu menggunakan masker dan tetap berada di rumah seperti masyarakat lainnya.

Untuk diketahui, jelas Hamdam, keberadaan stiker tersebut selain untuk mempermudah dilaksanakan pengawasan juga guna pendistribusian sembako. Sebab, selama 14 hari melaksanakan isolasi mandiri di rumah mereka kesulitan untuk mendapatkan sembako dan kebutuhan harian.

Dirinya berharap, para ODP yang masih melakukan isolasi mandiri di rumahnya, pada saat dilakukan rapid test hasilnya nonreaktif mereka bisa beraktivitas seperti semula.

“Sekali lagi saya katakan penempelan stiker ini bukan hukuman kepada ODP,  melainkan guna memudahkan petugas memberikan bantuan logistik selama 14 hari masa karantina. Tak hanya itu dengan stiker ini pemantauan jauh lebih mudah. Dengan demikian, potensi ODP jadi PDP dan positif dari klaster Gowa bisa dikurangi, sebab faktanya, pasien positif corona di PPU rata – rata dari klaster Gowa,” pungkasnya. (nav/nk)

Berita Popular

To Top