ADVERTORIAL - PARLEMENTARIA

AGM Pimpin Pertemuan Bersama Manajemen PDAM Danum Taka PPU

PENAJAM (NK) – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud (AGM) pimpin pertemuan dengan jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka PPU. Dalam pertemuan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati PPU, Hamdam, Ketua DPRD PPU, John Kenedy, Kajari PPU, Darfiah dan sejumlah pejabat terkait lainnya di PPU.

Dalam arahannya AGM mengatakan bahwa pelayanan PDAM di Kabupaten PPU kedepan diharapkan harus lebih baik. Terpenting AGM berharap  bagaimana PDAM Danum Taka mampu menjalankan manajemen perusahaan air minum dengan baik sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik pula.

Dikatakannya di PPU memiliki banyak sumber air yang besar, namun hingga saat ini masih banyak yang belum dikelola.  Diharapkan kedepan sumber-sumber air yang ada tersebut mampu dimanfaatkan, sehingga kebutuhan air bagi masyarakat PPU dapat tercukupi.

“ Kabupaten PPU punya bahan baku air yang ada dimana-mana namun belum dimanfaatkan dengan baik. Sumber baku ini sangat penting, karena walaupun kita punya Water Treatment Plant (WTP), jika tidak ada sumber bakunya semua itu akan percuma, “kata AGM.

Dijelaskan AGM terkait kenaikan harga bagi pelanggan PDAM merupakan hal yang sangat wajar karena saat ini harga air di Kabupaten PPU merupakan harga yang terendah dibandingkan dengan harga yang ada di Kabupaten/Kota lainnya di Kalimantan Timur. Bahkan di Kota Balikpapan telah mencapai 7000-12000 ribu rupiah /meter kubik, sementara di PPU hanya 1700 rupiah.

 “Semoga ini juga mampu menaikan PAD kita di PPU. Saya juga mau melihat langsung kinerja PDAM 1 hinggai 5 tahun kedepan. Setidaknya  PDAM harus bisa melakukan peningkatan kinerja dan profesional sehingga  pelayanan bisa meningkat. Paling tidak Direktur PDAM harus memainkan perannya sebagai pimpinan sehingga kedepan lebih maju, ”tambahnya.

Sementara itu Kepala PDAM PPU, Abdul Rasyid mengatakan target PDAM Danum Taka paling tidak di 4 tahun mendatang cakupan telah mencapai 70% dari total 29% yang saat ini ada di 4 Kecamatan. Dikatakannya capaian memang belum bisa 100% karena ada Kecamatan yang memang belum ada pengelolaan WTP di wilayahnya. Tetapi harapannya dalam 4 tahun mendatang seiring tumbuhnya penduduk Ibukota Negara (IKN) cakupan pelayanan dapat terpenuhi sesuai target.

Abdul Rasyid mengatakan pihaknya juga akan melakukan berbagai terobosan dan langkah-langkah strategis yaitu paling tidak harus ada  investasi WTP di Kabupaten PPU. Karena menurutnya WTP yang ada di PPU selama ini baru 110 liter/ detik. Padahal idealnya Kabupaten PPU untuk PDAM yang ada membutuhkan 800 liter /detik, itu pun hanya untuk melayani kebutuhan masyarakat bukan termasuk untuk industri.

 Dikatakannya  pembangunan WTP ini membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga daerah harus mengandalkan insvestasi dari pihak lain. Namun demikian Dirinya berharap PDAM  Danum Taka  bisa memiliki 3 WTP utama lagi dengan kapasitas masing-masing 200 liter/detik untuk Kecamatan Waru Dan Babulu dan 300 liter/detik untuk Kecamatan Sepaku yang saat ini telah masuk pada tahapan penjajakan.

“Saat ini kita sebenarnya punya 12 WTP tapi yang berfungsi hanya 5 kemudian 3 proses apreting, selebihnya karena usianya sudah lebih dari 30 tahun maka diusulkan untuk di lepas Pemda PPU. Pembangunan WTP dan peremajaan perpipaan memang sangat dibutuhkan  karena kita baru memiliki WTP 110 liter/detik, kemudian jaringan perpipaan yang juga masih sangat terbatas, “jelas Abdul Rasyid.(Humas6/nav/nk)

Berita Popular

To Top