Rp 2,3 Triliun Siap ke PPU, Bila Terpilih Bangun Infrastruktur SPBE

PENAJAM (NK) – Infrastruktur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam waktu dekat bakal dibangun di Kaltim. Ada dua daerah yang menjadi opsi. Yakni Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Koordinator Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Daerah Kementrian Kominfo Hasyim Gautama menyatakan, peninjauan di PPU dilakukan didua titik. Yakni di Kelurahan Nipah-Nipah dan Kelurahan Buluminung.

“Lokasi pertama yang berada di Kelurahan Nipah-nipah ini dekat dengan Gerbang Madani, tidak jauh dari jalan raya, tetapi sangat rentan dengan Fiber Optik,” paparnya di Penajam. Sedangkan untuk lokasi di Kelurahan Buluminung sangat luas dan dekat dengan sungai muara.

Diklaim sebenarnya cukup khawatir untuk lokasi dekat sungai, karena sangat rawan air pasang. Tetapi di wilayah tersebut terbilang tidak ada kabel Fiber Optik. “Hasil survei ini akan kami sampaikan ke pak Mentri,” jelasnya, Rabu (21/10/2020)

Lebih rinci Hasyim menjelaskan, dari kedua wilayah antara Kukar dan PPU bakal dibandingkan. Untuk kemudian ditentukan, lokasi mana yang paling baik. “Untuk pembiayaan pembangunan nanti dana dari Korea sekitar 160 juta USD (Rp 2,3 triliun), itu belum termasuk pembebasan lahan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas kominfo PPU Budi Santoso mengharapkan, Pusat Data Center Nasional bisa dibangun di Benuo Taka. Lokasi yang ditinjau untuk melihat dari segi akses jaringan internet dari beberapa provider dan ketersediaan air, termasuk kekuatan daya listrik yang ada.

“Untuk Kaltim melaksanakan survei didua tempat, yakni Kukar dan Penajam. Ya, semoga saja pusat data nasional bisa dibangun di PPU. Sehingga majunya perkembangan teknologi bisa kita nikmati lebih dahulu dari daerah lain,” tutupnya (zan/rif)