Catatan Perjalanan Mengantar Donasi Korban Banjir Bandang Kalsel (2)

Suka Duka Tim Relawan Mengantarkan Donasi,  Menikmati Nasi Gandul, hingga Mobil Mogok

WAKIL Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Provinsi Kaltim Achmad Shahab, tepat pukul 22.00 wite melepas Tim Relawan Peduli Banjir Kalsel garapan PWI Kaltim – MTB Car Rental & Travel, Bambong Elite Community, IKWI Kaltim, RPG Rescue, CV. Maju Jaya Rent Car berangkat menuju Kalsel star dari Islamic Center Samarinda. Dengan ditandai berdoa bersama.

“Kami pilih melepas di Islamic, karena disini pusat agar tim mudah berkumpul, mengingat tim ini ada yang dari Sempaja, Air Putih, Loa Bakung,” jelas Achmad Shahab.

Mogok di Perbatasan Kaltim-Kalsel, harus membongkar pompa solar

Tim Relawan istirahat di warung Asni di km 54 jalan Samarinda-Balikpapan Tahura Bukit Soeharto atau yang dikenal dengan istilah warung panjang sekitar pukul 23.30, Setelah beristirahat lebih dari 30 menit, Tim Relawan langsung melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Ferry Karingau Balikpapan. Iring-iringan mobil terdiri, pickup panther, L300 Box, APV, Innova dan Everest memasuki loket penyeberangan Ferry Karingau. Dengan membayar Rp1.015.000 untuk lima kendaraan, langsung menuju Kapal Ferry di dermaga 1 yang sudah siap.

“Alhamdulillah mendapat potongan harga untuk rombongan kendaraan pembawa bantuan korban banjir bandang di Kalsel,” ujar Mahendra yang membayar ongkos penyeberangan tersebut.

“Kesepakatan awal, masing-masing kendaraan dari organisasi masing-masing yang menanggung, baik BBM, ongkos penyeberangan, maupun konsumsi para relawan. Namun dalam perjalanan pihak MTB Car Rent & Travel menanggung biaya konsumsi dan penyeberangan ferry,” katanya.

Dikatakan Riyadi, owner dari MTB Car Rent & Travel bahwa donasi dari para donator yang berupa dana kita belanjakan semuanya untuk sembako, Sedangkan biaya operasional pengantaran organisasi masing-masing yang menanggung, termasuk untuk konsumsi relawan yang berangkat membawanya.

Sementara itu Achmad Shahab dari PWI Kaltim menyatakan bahwa operasional pengantaran donasi ini PWI Kaltim dibantu Bapak Jauhar Efendi, Asisten III Sekprov Kaltim, Bapak H. Lukman Humas PDAM, dan dari saya sendiri. “Bantuan dari para donator seutuhnya kami sumbangkan, sedangkan untuk operasional pengantaran kami upayakan tersendiri”, jelas Shahab yang juga wartawan Samarinda Pos.

Pelayaran pun berjalan hingga merapat di pelabuhan Ferry Penajam sekitar pukul 02.30 an, dan menjelang waktu subuh Rombongan Tim Relawan istirahat di masjid Al Hijrah Long Ikis, untuk sholat subuh berjamaah.

Saat Tim Relawan sarapan pagi di warung Nasi Gandul Kuaro Kabupaten Paser

NASI GANDUL

Selepas sholat subuh rombongan kembali melanjutkan perjalanan, sekitar pukul 07.00 rombongan tiba di simpang Kuaro dan mampir istirahat untuk Sarapan menikmati Nasi Gandul masakan khas Pati yang ada di Kuaro.

“Baru kali ini saya makan nasi gandul, enak rasanya”, ucap Gusty
“Iya enak rasanya”, sambung Kurnia dan Imam.
Namun beda yang dinikmati Wahid, sang driver Pick Up Panther, memilih menu sayur asam. “Saya pilih sayur asam saja, yang sudah tahu rasanya”, ucap Wahid kepada pelayanan nasi gandung.

Setelah sarapan perjalanan pun dilanjutkan, sekitar 30 menit tiba di Gunung Rambutan dan Istirahat sejenak di Air Terjun Gunung Rambutan. Tak lama istirahat perjalanan pun dilanjutkan. Namun menjelang perbatasan Provinsi Kaltim-Kalsel mobil Pick Up Panther tidak kuat naik gunung. Menurut Wahid sang driver, kurang ambil ancang-ancang, gunungnya tinggi betul, dan mesin mati karena kemungkinan masuk angin. Akhirnya saluran Solor yang ke pompa mesin pun dibongkar dibersihkan. (bersambung) (NK-01)