Desa Sebakung Jaya Bantah Selewengkan Dana Desa

Kantor DesaSebakungJaya, KecamatanBabulu, KabupatenPenajamPaserUtara


Muharis : Penggunaan DD Sesuai Dengan APBdes

PENAJAM (NK)  –  Pemerintahan Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, membantah telah menyelewengkan Dana Desa (DD) tahap pertama yang bersumber dari APBN dan APBD 2017.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa (Kades) Sebakung Jaya, Muharis didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) Sebakung Jaya Suja`I, kepada media ini membantah terkait adanya dugaan penyelewengaan dana DD di desa yang dipimpinnya tersebut.

Informasi terkait penyelewengan penggunaan dana desa tahap pertama itu tidak benar sebab DD dari APBN maupun APBD tersebut digunakan sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes),” kata Muharis, Rabu siang (30/8/2017) kemarin.

Ia membeberkannya, APBdes itu program kerja desa untuk satu tahun anggaran yang disahkan Kades dan dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dimana desa Sebakung Jaya mendapatkan dana dari APBD 2017 tahap pertama sebesar Rp1.499.778.700 atau 70 persen dari total Rp2.142.541.000. Sedangkan dana desa tahap pertama dari APBN 2017 senilai Rp508.637.640 atau 60 persen dari total Rp847.729.400.

Sementara itu Jaya Sujai membeberkan, DD itu 70 persen untuk pemberdayaan (infrastruktur) dan 30 persen untuk operasional desa. Dimana untuk pembangunan desa sebesar Rp1.003.304.640 dengan sembilan kegiatan fisik.

Kemudian, rincinya,  sebesar Rp1.005.111.700 DD dari APBD dan APBN 2017 digunakan untuk operasional desa. Sembilan kegiatan fisik yang dilakukan di Desa Sebakung Jaya dengan menggunakan DD,  satu kegiatan sudah rampung 100 persen yakni pembangunan gedung TPA sedangkan delapan kegiatan lain pengerjaannya berkisar 70 persen akibat karena terkendala hujan.

“Kegiatan yang belum rampung 100 persen itu akan diselesaikan sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) pada Oktober 2017, pada SPK pengerjaan dilakukan mulai Juli sampai Oktober 2017 dan kami belum membayarkan 100 persen untuk kegiatan fisik yang belum rampung itu,”tandasnya.

Ia menuturkan, pada akhir 2017 mendatang  akan disusun laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan DD dari APBN dan APBD tersebut, jika realisasi kegiatan fisik dan uangnya tidak ada baru  itu termasuk penyelewengan dana.

Sebelumnya, Inspektorat Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan audit pengelolaan dana desa tahap pertama 2017, terkait adanya informasi semua kegiatan fisik di Desa Sebakung Jaya yang pembayarannya melalui dana desa tahap pertama sudah selesai 100 persen, namun di lapangan sejumlah kegiatan ada yang belum rampung. (iyan/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.