Domba Boleh Masuk Kaltim Asal Ada Kajian Ilmiah, DPRD Kaltim Setuju
SAMARINDA (NK) – DPRD Kaltim setuju dengan rencana perubahan kebijakan pelarangan ternak domba masuk provinsi. Hal ini dianggap bisa memberikan kesempatan bagi peternak domba di Kalimantan Timur untuk mengembangkan usahanya. Namun, DPRD Kaltim juga meminta agar ada kajian ilmiah terkait potensi virus penyakit yang bisa ditularkan oleh domba.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono menyampaikan, tidak fair jika hanya domba yang dilarang masuk provinsi, sementara ternak lain seperti kambing dan sapi tidak.
“Saya dukung itu. Kita tidak boleh juga membedakan peternak kambing, sapi, dan seterusnya,” katanya, Selasa (24/10/2023).
Nidya mengingatkan, perubahan kebijakan tersebut harus didukung oleh kajian ilmiah yang valid dan akurat. Ia tidak mau domba menjadi penyebab penularan virus penyakit yang bisa mengganggu ternak lain atau manusia.
“Memang ada kajian misal potensi virus penyakit, jangan sampai mengganggu yang lain. Saat ini ada kebijakan kewilayahan, tapi kita dukung domba bisa masuk,” ungkapnya.
Nidya berharap, dengan dibukanya pintu bagi peternak domba untuk masuk provinsi, mereka bisa meningkatkan produksi dan pendapatan mereka. Ia juga mengharapkan pemerintah memberikan bantuan dan fasilitas yang dibutuhkan oleh peternak domba.
“Kami dukung pemerintah membuka ruang kepada peternak domba untuk membuka peternakan di Kaltim dengan kebijakan dan kajian agar tidak mengganggu ternak lain,” akhirnya.(Adv/NK)
