Anggota DPRD Kaltim Soroti Sarana Prasarana dan Tenaga Pendidik Sekolah Inklusi, Ini Solusinya
Samarinda (NK) – Sekolah inklusi di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi kendala dalam hal sarana prasarana dan tenaga pendidik. Hal ini menjadi sorotan Anggota DPRD Kaltim, Puji Setyowati. Ia menawarkan solusi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk meningkatkan sarana prasarana dan tenaga pendidik sekolah inklusi di Kaltim.
Puji Setyowati menjelaskan, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 yang cukup besar dibandingkan sebelumnya, Pemprov Kaltim bisa melihat hal apa saja yang telah tertuang di dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ia mengatakan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah infrastruktur pengembangan sekolah inklusi dan juga pengembangan tenaga Pendidik Sekolah Luar Biasa (SLB). “Dengan APBD yang begitu besar, kita bisa melihat hal apa saja yang telah tertuang di dalam RKPD,” kata dia, Rabu (25/10/2023).
Ia menyarankan, penyediaan infrastruktur seperti sarana dan prasarana di setiap sekolah harus menjadi prioritas untuk mendukung proses belajar mengajar. Ia mengatakan, hal ini juga sesuai dengan RKPD yang telah disusun. “Jika penyediaan infrastruktur seperti sarana dan prasarana di setiap sekolah. Kalau hal diatas juga dituangkan dalam RKPD, sebagai DPRD kami pasti mendukung,” sambungnya.
Ia juga menyarankan, keberadaan sekolah inklusi ini, seharusnya diadakan di seluruh di daerah Kaltim secara merata, dengan seiring menciptakan tenaga pendidik. Ia berharap, sekolah inklusi ini dapat menjangkau seluruh kecamatan yang ada di Kaltim. “Kita sudah bicarakan bagaimana sekolah-sekolah inklusi ini, tidak hanya di titik-titik tertentu saja, tetapi juga bisa menyebar di seluruh daerah yang ada di Kaltim, paling tidak titik-titik itu akan mewakili kecamatan-kecamatan yang ada,” ujarnya.
Ia juga menyarankan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Pemprov Kaltim harus memberikan support, karena sekolah yang peserta didik inklusi ini, sekarang pun masih sangat terbatas, sebab kurangnya tenaga pendidik. Ia mengatakan, tenaga pendidik yang kompeten dan profesional sangat dibutuhkan untuk menangani siswa-siswa yang memiliki kebutuhan khusus. “Melalui Disdikbud Kaltim, harus memberikan support, karena sekolah yang peserta didik inklusi ini, sekarang pun masih sangat terbatas, sebab kurangnya tenaga pendidik,” pungkasnya.(Adv/NK)
