DPRD Kukar Lakukan Kunker ke PPU

Foto bersama usai kunjungan DPRD Kukar ke PPU

PENAJAM(NK)- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar, terima rombongan Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Karta Negara (Kukar) Rudiansyah dan jajarannya di Kantor Bupati PPU, Rabu, (5/6) belum lama ini.

Bupati PPU, Yusran Aspar dalam arahannya mengatakan sangat mengapresiasi kunjungan kerja ke Kabupaten PPU tersebut. Dirinya mengatakan bahwa Kabupaten PPU termasuk Kaltim merupakan daerah kaya dengan berbagai sumber daya alam yang dimiliki, namun menurutnya hingga saat ini belum mampu dikelola secara maksimal, apalagi untuk masa depan anak-cucu sepulu hingga dua puluh tahun mendatang.

Selama ini Kaltim, 70 persen hanya mengandalkan dana bagi hasil dari kekayaan alam yang dimiliki daerah. Bagaimana jika sepuluh-duapuluh tahun kedepan kekayaan kita itu telah habis terkuras. Kasihan anak-anak kita, cucu kita, mungkin saat ini mereka melaksanakan sekolah tinggi dengan harapan masa depan yang baik di Kaltim namun semua kekayaan itu telah habis, “kata Yusran Aspar.

Menurutnya, pemimpin Kaltim kedepan bukan hanya mereka orang yang cerdas. Namun lanjutnya, pemimpin tersebut seyogiyanya harus sadar dan memahami teritorial. Misalkan jika kaltim ingin menjadi swasembada pangan nasional, cukup bangunkan Kabupaten PPU dan Kukar bendungan untuk irigasi pertanian di daerah.

Sebap lanjut dia, selama ini dari 16 ribu hamparan lahan pertanian padi yang ada di Kecamatan Babulu  Kabupaten PPU, hanya dilakukan tanam dengan sistem tadah hujan yang rata-rata satu kali tanam dalam setahun . Dengan sistem ini saja kata Yusran, petani di kecamatan Babulu telah mampu menghasilkan ratusan ribu ton gabah kering per tahun bahkan swasembada pangan di kaltim. Bagaimana jika dilakukan dua atau tiga kali tanam dalam setahun.

“Beberapa Tahun  lalu APBD Kaltim pernah mencapai 17 Triliun lebih, kemudian 13 Triliun dan sebagainya. Sementara saat itu bendungan Sungai Talake Kecamatan Babulu diperkirakan hanya membutuhkan dana kisaran 1,7 Triliun yang diperkirakan telah mampu mengairi ribuan sawah di daerah itu. Tapi sayang harapan itu hingga saat ini belum bisa diwujudkan disana,  “jelasnya.

Kemudian lanjut Yusran Aspar, selama ini aset jalan untuk menuju Kabupaten Kutai Barat, melalui Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Kukar harus membutuhkan waktu selama 13 jam perjalanan. Sementara jika perjalanan itu dilalui melalui Kelurahan Sotek, Bongan, Kecamatan Sepaku, Jonggon, perjalanan menuju Kutai barat tersebut mampu ditempu hanya dengan waktu satu jam perjalanan.

Semua konsep pembangunan jalan penghubung lintas Kaltim itu telah kami usulkan kepada Pemprov Kaltim saat itu sejak lama. Namun hingga kini semua yang kami sampaikan tidak memperoleh jawaban Provinsi Kaltim, ‘kata Yusran Aspar.

Ditambahkan dia juga, langkah ini seyogiyanya merupakan salah satu wujud perhatian seorang pemimpin Kaltim untuk menuju perbaikan dimasa mendatang. Menurutnya, nasip anak cucu generasi di kaltim harus diperbaiki sejak saat ini sebelum apa yang dimiliki daerah ini benar-benar habis terkuras.

“Seorang pemimpin itu selain harus memiliki pendidikan dan kecerdasan, mereka juga dituntut harus memiliki ketulusan hati dan yang terpenting adalah wawasan dan pengalaman dilapangan, “pungkasnya.

Sementara dalam diskusi pertemuan tersebut, rombongan melalui juru bicara mereka banyak memberikan apresiasi dan rasa kagum terhadap kemajuan Kabupaten PPU. Utamanya melalui berbagai terobosan yang telah diciptakan oleh Bupati Yusran Aspar selama menjabat sebagai Bupati PPU ini.

“Selama ini baik melalui media maupun menyaksikan langsung dilapangan, kami merasa kagum dan terinfirasi dengan berbagai terobosan dan ide-ide yang telah diciptakan oleh Bupati PPU untuk kemajuan daerah ini, “terangnya.(humas/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.