HEADLINE

GP Anshor dan NU Merupakan Rohnya Indonesia

Para pemuda yang tergabung dalam GP Anshor menaikan bendara Negara Kesatuan Repbulik Indonesia merah putih dengan semangat, meskipun menggunakan pakaian seadanya, namun bersemangat untuk membela negara

Newskaltim.com, PENAJAM – Gerakan Pemuda (GP) Anshor, sebagai anggota organisasi kemasyarakatan dan pemuda di Indonesia yang  memiliki watak kepemudaaan kerakyatan dan ke Islaman dan kebangsaan harus tetap menjadi wadah yang tepat untuk mencetak kader-kader yang tangguh, berwawasan luas sehingga tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar yang tidak baik.

Demikian ditegaskan Wakil Bupti Penajam Paser Utara (PPU),  H Mustaqim MZ pada pembukaan Diklat Terpadu Dasar Cabang GP Anshor Cabang PPUdi Komplek Pondok Pesantren Darus Syafa’ah Kecamatan Babulu Sabtu malam (1/10) lalu.

Pemuda sejatinya memiliki peran yang sangat setrategis dalam perkembangan pembangunan bagi bangasa dan negara, dimana peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam setiap dimensi kehidupan dalam memperkuat iman dan taqwa serta ketahanan mental spiritual dalam meningkatkan kesadaran hukum,” terangnya.

Ia menegaskan Jangan sampai anak–anak bangsa ini tergoda oleh perbutan-perbuatan yang bisa menjerumuskan dan tentu ini sangat merugikan bagai generasi bangsa dalam menempuh masa depan yang masih panjang, karena pemuda adalah harapan bangsa  dan ditangan pemuda  ini lah estafet kepemimpinan akan diteruskan.

“Oleh karena itu mari kita pertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah diperjuangkan oleh para pejuang kita diantaranya juga terdapat para kiyai-kiyai kita dulu, karena ternyata pertempuran 10 November itu latihannya juga ada yang dari Jombang Jawa Timur, bahwasanya Nahdlatul Ulama (NU) tidak mengenal Negara Islam, makanya tidak ada kiai yang terlibat ingin membentuk Negara Islam atau negara dalam bentuk apapu selain NKRI,” ajaknya.

Karena lanjutnya para pejuang dan pendiri negara ini suda meletakkan dasar bahwa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari bermacam-macam suku, bermacam-macam golongan, bermacam-macam agama, bermacam-macam baghasa dan bermacam-macam ras itu terikat dalam satu Bhinneka Tunggal Ika berbeda-beda tetapai tetap satu jua, jadi Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangasa Indonesia dan itu harus dipertahankan karena itu memang  yang menjadi roh bangsa  Indonesia.

“Kita harus sadar bahwa kita terdiri dari bermacam-macam suku bangsa bermacam-macam bahasa, untuk itulah saya atas nama peribadi dan pemerintah memberikan apresiasi yang setingi-tingginya atas diselenggarakannya kegiatan kepemudaan yang positif ini, melalui diklat terpadu dasaar ini saya berharap dapat menjadi media pembangunan dan pembinaan mental yang perjuangan bagi pemuda kita khususnya dalam membangun Kabupaten PPU serta mendukung NKRI,” tutupnya (NK1/ Humas8)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top