HEADLINE

Petani PPU Harus Inovatif

Para petani  PPU melakukan tanam padi ini diharapkan mampu melakukan inovasi lain tidak hanya terfokus pada satu jenis tanaman saja, namun juga tanaman lain sehingga ketika kemarau usaha pertanian mereka tetap berjalan   

Yusran : Manfaatkan Lahan Kosong, Tidak Terfokus Satu Jenis Tanaman

Newskaltim.com, PENAJAM,  – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), H. Yusran Aspar meminta petani yang ada di PPU khususnya di Kecamatan Babulu tidak hanya terpokus pada satu pertanian mereka. Namun lebih dari itu, petani harus bisa memanfaatkan lahan-lahan kosong yang belum teraliri air untuk ditanami palawija lain  yang lebih tahan terhadap musim kemarau.

Petani harus inovatif. Jangan terpaku pada satu jenis tanaman saja, karena ketika kemarau banyak lahan persawahan mengalami kekeringan dan tidak bisa ditanami padi dapat ditanami dengan palawija lainnya,” kata Yusran Aspar belum lama ini.

Bupati mengajak para petani didaerahnya untuk menanam tanaman palawija yang lebih tahan terhadap cuaca panas saat musim kemarau. Karena pengairan lahan persawahan di daerah itu sebagian besar masih tadah hujan.

“Disaat kemarau tersebut, petani dapat beralih menanam tanaman lain seperti jagung, kedelai, cabai dan bawang karena lebih tahan terhadap cuaca panas. Jika itu dilakukan maka secara otomatis akan memberikan nilai tambah bagi penghasilan petani sendiri,” ujar Yusran Aspar.

Selain itu, dengan menanam tanaman holtikultura tersebut menurut dia, pendapatan petani tidak berkurang. Apalagi kondisi lahan persawahan tidak bisa ditanami padi akibat kekeringan saat musim kemarau. Yusran Aspar berharap petani dapat berpikir cerdas dan kreatif ketika musim kemarau melanda daerah setempat seperti saat ini.

Ia menjelaskan, bantuan pipanisasi untuk irigasi lahan persawahan dari Kementerian Pertanian pada tahun 2016 di kecamatan babulu ini belum mencukupi untuk mengairi lebih kurang 11.000 hektare lahan sawah di daerah itu.

Sampai saat ini pengairan lahan persawahan di Kabupaten PPU masih mengandalkan tadah hujan, sehingga pada saat musim kemarau lahan persawahan tersebut mengalami kekeringan. Sementara kemampuan pipanisasi bantuan Kementerian Pertanian tambahnya, hanya bisa mengairi lebih kurang 200 hektare lahan persawahan.

“Dengan kondisi tersebut, para petani kita juga harus bersabar. Lakukan langkah-langkah inovatif dalam melaksanakan pengelolaan lahan pertanian mereka masing-masing, salah satunya adalah petani harus bisa memanfaatkan lahan yang dimiliki dan tidak terpokus pada satu jenis tanaman, “harapnya. (NK1/Humas5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top