Isran Pimpin Pesparani

Catatan Rizal Effendi

KESIBUKAN Gubernur Isran Noor luar biasa beberapa hari ini. Setelah melantik Hamdam sebagai bupati Paser Penajam Utara (PPU) definitif, Rabu (29/12) pagi di Samarinda, malamnya dia menghadiri perayaan Natal umat Katolik di BCC Dome Balikpapan. Acara ini berakhir hampir tengah malam, dia langsung meneruskan perjalanan ke Tanah Grogot. “Besok, saya menghadiri undangan perayaan HUT ke-63 Kabupaten Paser,” katanya.

Tak ada kesan kelelahan. Malah di acara perayaan Natal tersebut dia tampil bersemangat. Dia juga dengan sabar melayani ratusan umat Katolik yang minta foto bersama. Termasuk pastor dan suster. “Selamat Natal, Tuhan memberkati, Salve,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Isran melantik pengurus Lembaga Pembinaan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kaltim yang diketuai Michael Andhika Hasan, pengusaha dan politisi yang aktif di gereja Santa Theresia. Menurut Andhika, dia mendapat tugas mempersiapkan kembali tim Pesparani yang akan tampil di Pesparani Nasional 2023 di Jakarta.

Sambil memuji dukungan Gubernur, Andhika melaporkan bahwa prestasi tim Pesparani Kaltim pada tahun 2022 di Kupang, NTT hanya meraih peringkat ketiga. Padahal pada Pesparani 2018 di Maluku sukses sebagai juara umum.

“Tidak apa-apa, itu wajar yang namanya kompetisi. Nanti kita rebut lagi dalam Pesparani di Jakarta, saya langsung yang memimpin. Saya masih sempat dan belum pensiun,” kata Isran, yang mendapat applaus panjang dari jemaat dan undangan.

Uskup Keuskupan Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto MSF memuji kepedulian Gubernur Isran Noor. “Suatu kehormatan bagi umat Katolik di daerah ini kalau beliau berkenan memimpin langsung tim Pesparani Kaltim,” katanya.

Isran mengatakan, sudah menjadi mimpinya sejak menjadi bupati Kutai Timur memberikan perhatian yang sama kepada semua agama. “Urusan akidah dan ibadah, urusan kita masing-masing. Tapi urusan kebersamaan dan kerukunan adalah tugas kita semua,” tambahnya.

Bahkan sejak 2014 Isran kepingin betul mendatangkan pemimpin suci umat Katolik di Vatikan saat peresmian Katolik Center di Kutim. “Sayang waktu itu Paus tidak bisa datang karena kondisi kesehatannya. Saya sempat ditanya Presiden,” katanya.

Keinginan itu disampaikan kembali oleh Isran ketika peresmian Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda, 30 April 2019. “Bapak Gubernur meminta saya mengundang Bapa Suci ke Indonesia khususnya Kaltim,” kata Uskup Yustinus. Bahkan Isran sendiri sudah berkomunikasi dengan Uskup Agung
Bukan pemimpin Katolik saja yang ingin diundang Isran, tapi perhatian yang sama juga kepada pemimpin agama lainnya termasuk Islam. “Saya ingin mengundang habaib dari Timur Tengah, tapi tentu saya tak bisa mengundang tokoh Yahudi Israel,” jelasnya waktu itu.

Isran termasuk tokoh yang ingin hubungan diplomatik dengan Israel dibuka. Tentu dengan pertimbangan demi saudara kita, Palestina. Meski dia mengakui ada pandangan lain baik dari sisi politik maupun agama soal membuka hubungan dengan kaum Yahudi atau Israel.

Perayaan Natal umat Katolik Balikpapan berlangsung semarak dan khidmat. Hadir sejumlah tokoh agama dari FKOB dan wakil Forkompida. Sebelumnya Uskup Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto memimpin kegiatan misa Natal. Dia mengajak umat Katolik di daerah ini mengamalkan kehidupan cinta kasih dan damai serta mempersiapkan diri menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sejumlah pastor dan suster hadir. Ada Pastor Ignatius Priantoro OMI dan Pastor FX Huvang Hurang MSF, sahabat saya yang memimpin Gereja Santa Theresia, Prapatan. “Terima kasih Pak Rizal bisa hadir, kami semua senang,” kata Huvang, yang baru saja merayakan 50 tahun pengabdiannya sebagai pelayan Tuhan.

Saya juga sempat mengucapkan selamat Natal kepada Kabag Hukum Pemkot Elyzabeth Emmy Roswita, yang datang mewakili Wali Kota. Setahu saya Elyzabeth juga salah satu penyanyi gereja. Di Pemkot, ada juga pejabat lain beragama Nasrani yaitu staf ahli Dorce Marpaung dari Gereja HKBP dan Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Heria Prisni.

“OJO DIBANDINGKE”

Selain diundang pada perayaan Natal umat Katolik, sebelumnya di tempat yang sama saya juga menghadiri undangan perayaan Natal dari umat Gereja Bethany Balikpapan. Kebetulan yang memimpin adalah Pendeta Dr Samuel Kusuma M.Th, cukup lama bersahabat dengan saya.

Di acara itu, saya bertemu dengan dr Esther Vony, mantan pejabat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, yang kini terlibat aktif di gereja tersebut. Vony sempat mengabarkan kepada saya salah seorang putranya sudah lulus menjadi dokter spesialis mata. “Alhamdulillah, dia bisa kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata saya.

Perayaan Natal Bethany juga berlangsung khidmat dan semarak. Jemaatnya ribuan orang. Yang menarik, salah satu lagu pujian yang dinyanyikan mereka, diambil dari lagu hitnya Farel Prayoga, “Ojo Dibandingke.” Semua bergerak. Yang memimpin istri Samuel, Pendeta Dr Fonny Kusuma MPd. Hadir juga pendeta muda Kevin Lemuel Kusuma, tak lain putra pendeta Samuel sendiri bersama pendeta lainnya.

Meski tak lagi menjadi wali kota, saya banyak mendapat undangan dari umat Kristiani. Malah ada yang mengundang langsung ke rumahnya. “Saya tunggu Pak Rizal. Makanannya sudah saya siapkan, halal,” kata Pendeta Simon Pella di kompleks PGRI, samping Islamic Center. Malah pulangnya saya diberi kue klappertaart, kue khas Manado yang dibuat sendiri oleh istri pendeta.

Saya juga datang ke rumah sahabat saya Ibu Inggrid Assa Runtuwene, ketua Balikpapan Ladies Club (BLC) di kompleks perumahan Wika. Pengusaha catering ini tadinya berniat ikut berpartisipasi pengadaan makanan pekerja konstruksi di IKN. “Sepertinya ribet, saya ngga jadi,” katanya. Padahal dia sudah datang melakukan persiapan dan peninjauan ke lokasi Sepaku.

Di malam Natal, saya juga berkunjung ke rumah keluarga Stellangelina Hurang di kawasan Prapatan. Stella aktif di Gereja Santa Theresia. Orangtuanya, pasangan Adrianus Aris Sutjahjadi dan Femy Olga Walintukan kaget saya datang ke kediamannya. Saya sempat diberi kue Janewer, olahan Ibu Stella. Istri saya, Bunda Arita suka.
Kebetulan ada sejumlah tamu di sana. Mereka ramai mengajak saya foto bersama. Sambil menanyakan rencana saya di Pemilu 2024, yang tidak lama lagi. “Apa Pak Rizal ke provinsi atau ke DPR RI, pokoknya kami siap mendukung,” katanya bersemangat. Saya jadi terharu. Semoga Tuhan memberikan pilihan terbaik buat kita semua.(*)