Jamaluddin Ajak Masyarakat PPU Jaga Budaya Lokal di Tengah Pembangunan IKN Nusantara
PENAJAM (NK) – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Jamaluddin, menekankan pentingnya melestarikan budaya lokal di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang dapat membawa dampak signifikan bagi identitas daerah. Menurutnya, urbanisasi yang terjadi akibat hadirnya IKN berpotensi mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat, mulai dari bahasa hingga kebiasaan sosial yang selama ini menjadi ciri khas PPU.
Jamaluddin mengingatkan bahwa perubahan status wilayah dari desa menjadi kawasan perkotaan dapat memicu pergeseran pola hidup masyarakat, termasuk dalam hal bahasa, kebiasaan, dan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah. Ia mengatakan, perubahan semacam ini sangat mungkin terjadi seiring dengan modernisasi yang cepat.
“Pergeseran dari kampung menjadi kota pasti membawa dampak. Bahasa, logat, hingga budaya lokal bisa tergeser. Ini yang perlu kita antisipasi bersama agar tidak hilang begitu saja,” ujar Jamaluddin saat ditemui pada Senin (14/4/2025).
Di tengah tantangan tersebut, Jamaluddin memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mengambil langkah-langkah konkret, seperti penerbitan peraturan daerah (perda) tentang pelestarian kearifan lokal. Ia menilai bahwa secara hukum, budaya lokal di PPU kini memiliki perlindungan, namun tantangannya terletak pada pelaksanaan dan bagaimana masyarakat ikut serta dalam menjaga dan melestarikan warisan tersebut.
“Secara hukum, pemerintah sudah punya payung hukum. Namun yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya tersebut. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat,” lanjutnya.
Salah satu aspek budaya yang sangat ditekankan oleh Jamaluddin adalah bahasa daerah, khususnya bahasa Paser. Ia mengungkapkan bahwa meski sudah ada upaya untuk melestarikan bahasa daerah melalui integrasi dalam kurikulum pendidikan, ia berharap langkah tersebut dapat lebih ditingkatkan. Ia khawatir jika tidak ada upaya yang lebih masif, generasi muda bisa kehilangan jati diri budaya mereka.
“Jika kita tidak memulai dari sekarang, kita bisa kehilangan bahasa ibu kita. Harapannya, kurikulum ini bisa dijalankan dengan lebih efektif di sekolah-sekolah,” tegasnya.
Jamaluddin berharap bahwa seluruh elemen masyarakat di PPU dapat bersinergi menjaga dan melestarikan budaya lokal, agar tidak terpinggirkan oleh arus pembangunan dan urbanisasi yang semakin masif akibat hadirnya IKN Nusantara.(ADV/NK)
