ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoDPRD PPUHEADLINEKaltimPPU

Krisis Tenaga Medis di RSUD Sepaku, Anggota Komisi II DPRD PPU Minta Pemkab Bertindak Cepat

PENAJAM (NK) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti serius minimnya jumlah dokter di RSUD Sepaku yang berada di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin, mengungkapkan, idealnya sebagai rumah sakit tipe D, RSUD Sepaku harus memiliki minimal 12 dokter untuk menunjang layanan dasar kesehatan masyarakat. Namun saat ini, rumah sakit tersebut hanya didukung enam dokter tidak tetap.

“Kondisi ini jelas belum memadai. Rumah sakit tipe D seharusnya punya 12 dokter untuk memastikan pelayanan berjalan optimal,” sebut Jamaluddin, Selasa (20/4/2025).

RSUD Sepaku memiliki posisi vital karena berada di Kecamatan Sepaku, yang menjadi wilayah strategis pendukung IKN. Namun keterbatasan tenaga medis berdampak pada belum maksimalnya operasional rumah sakit.

Kondisi ini juga memengaruhi pemanfaatan gedung baru berlantai empat yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan dengan anggaran Rp72 miliar. Meski pembangunannya rampung tahun lalu, fasilitas tersebut belum berfungsi maksimal karena kekurangan sumber daya manusia.

DPRD PPU mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik melalui perekrutan tenaga dokter baru maupun membangun kerja sama dengan instansi terkait agar kebutuhan layanan kesehatan di Sepaku terpenuhi, seiring dengan pesatnya pengembangan IKN.

“Ini bukan sekadar soal bangunan megah. Tanpa tenaga medis yang memadai, pelayanan dasar bagi masyarakat tetap tidak bisa berjalan baik,” tutup Jamaluddin. (ADV/NK)