LAN: Tidak hanya Bawahan, Pimpinan Juga Perlu Inovasi

JAKARTA (NK) – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suyanto mengatakan inovasi tidak saja wajib dilakukan jajaran birokrasi di level bawah, tetapi juga harus dipahami pimpinan tertinggi. Sebab inovasi akan menunjukkan performance serta aktualisasi birokrasi secara keseluruhan.

“Perubahan tidak bisa sebagian, harus dilakukan secara menyeluruh, masif dan di semua level. Dan inovasi menjadi cara yang baik untuk menunjukkan performance dan aktualisasi birokrasi,” ujarnya dalam Pameran Inovasi Peserta Diklatpim Tingkat I angkatan 34 di Jakarta, Kamis (01/12/2016).

Dalam kesempatan itu, Adi mengapresiasi inovasi yang digagas para peserta Diklatpim I, dan berharap pameran ini dapat menginspirasi semua peserta Diklatpim.

“Diklatpim ini sangat bagus, dan tentu ini bisa menginisasi kawan-kawan semua yang hadir, bagaimana pucuk pimpimnan melakukan inovasi dan unjuk diri,” kata Adi.

Salah satu inovasi yang ditampilkan  dalam pameran adalah Sistem Aplikasi Layanan Kementerian PANRB atau yang dikenal dengan SALAM, proyek perubahan dari Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji. Selain itu, ada inovasi E-Kinerja dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah.

Kepala BKD Jateng, M. Arief Irwanto mengatakan, e-kinerja dibuat untuk mengembangkan sumber daya manusia aparatur di Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, masih banyak aparatur sipil negara (ASN) daerah itu yang belum melek teknologi informasi, terutama yang menyangkut aspek e-kinerja. Hal itu terlihat dari belum adanya sistem kinerja secara online, presensi masih manual, birokrasi yang bertele-tele, penggunaan komputer belum jadi kebutuhan, serta belum ada data Real time yang tersaji. “Untuk itu diperlukan e-kinerja,” kata Arief.

Dikatakan, dengan adanya sistem ini, PNS yang selama beberapa hari tidak mengisi presensi tidak mendapat tunjangan. Sistem ini dapat mendorong para PNS mau melaksanakannya.  “Selama ini, banyak ASN yang tidak mau mengisi dan sering mengandalkan orang lain. Dengan begini mereka terpacu untuk mengisi presensi,” kata Arief. (ns/HUMAS MENPANRB/Taufik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.