HEADLINE

Mahulu Perlu Waspada, Ada 15 ODP COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Mahulu, dr. Agustinus Teguh Santoso

UJOH BILANG (NK) – Terkait merebaknya wabah Coronavirus Disease (Covid-19) di dunia saat ini, Pemerintah Kabupatem Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur, telah mengeluarkan kebijakan ‘Social distancing’ (mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain) selama 14 hari bagi masyarakat 5 kecamatan se-Mahulu.

Kepala Dinas Kesehatan Mahakam Ulu, dr. Agustinus Teguh Santoso menjelaskan, bukan tak beralasan Social distancing diberlakukan, karena hingga saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) sudah sebanyak 15 kasus.

“Itu dari tanggal 20 ke tanggal 21 Maret 2020 dari 14 menjadi 15 kasus ODP,” jelasnya kepada newskaltim.com melalui sambungan telepon, Minggu (22/3/2020) malam tadi.

Agustinus Teguh Santoso menegaskan, masyarakat harus mengerti bahwa ODP adalah orang yang melakukan kontak dengan pasien yang positif Corona, namun tak menunjukkan gejala apapun.

“ODP juga berlaku bagi orang yang memiliki gejala, karena baru berkunjung dari daerah terpapar. Namun kontak dengan pengidap Covid-19 masih belum terkonfirmasi,” ujarnya.

Dia menyebut ODP bisa disebabkan oleh Pelaku Perjalanan (PP) keluar daerah. Diketahui PP itu karena perjalanan dari Mahulu ke Samarinda, Tenggarong, bahkan terbanyak dari dan keluar Provinsi Kaltim, yakni pulau Jawa.

“Di Mahulu hingga saat ini belum ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau pasien yang memiliki gejala yang ditimbulkan lantaran serangan virus Covid-19,” tegas Agustinus Teguh Santoso.

Kadiskes Mahulu mengatakan, kebijakan Social distancing Pemkab Mahulu yakni, agar masyarakat luar yang akan melawat atau berkunjung ke Mahulu untuk 14 hari kedepan tidak masuk ke Mahulu.

“Aktivitas masyarakat yang berhubungan dengan berkumpul orang banyak agar dibatasi sementara, serta mengimbau masyarakat melakukan isolasi diri selama 14 hari,” pungkasnya. (ran/nk)

Kebijakan Social Distancing Pemkab Mahulu :

1. Mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), rajin cuci tangan dan mengimbau penggunaan masker sebagai APD.

2. Diharapkan masyarakat tidak bepergian kemana-mana, atau tidak keluar Mahulu selama 14.
3. Melakukan aktivitas di rumah saja, membatasi keluar rumah, membatasi komunikasi dengan jarak minimal satu meter.
4. Perbanyak istirahat di rumah, makan makanan yang cukup.
5. Jika ada keluhan sakit segera melapor atau memeriksakan diri ke institusi kesehatan.
6. Semua masyarakat, kantor, institusi daerah dan vertikal dilarang sementara melakukan aktivitas pertemuan dalam skala besar.
7. Aktivitas keagamaan skala besar dilarang berkumpul.

(Sumber : Kepala Dinas Kesehatan Mahakam Ulu, dr. Agustinus Teguh Santoso).

Berita Popular

To Top