ADVERTORIAL - PARLEMENTARIA

Menkes Minta Kepala Daerah Terapkan KTR


AGM Hadiri Peringatan HTTS Tahun 2019

JAKARTA (NK) – Menteri  Kesehatan (Menkes) RI Nila F Moeloek mengajak seluruh Kepala daerah di Indonesia  untuk mendukung dan menerapkan Kawasan Tanpa  Rokok (KTR) di daerah masing-masing.

Ajakan ini disampaikan Menkes disela-sela puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), di kantor Kemenkes, Kamis, (11/7) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh Bupati/Walikota se Indonesia. Tanpak juga Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud (AGM) dalam puncak peringatan tahun 2019 ini.

Jangan sampai karena kebiasaan buruk kita merokok akan merugikan diri sendiri, terlebih merugikan orang lain sebagai perokok pasif,  karena dilakukan ditempat -tempat umum. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menerapkan KTR di daerah masing-masing, “ungkap Nila F. Moeloek.


Disela-sela kegiatan ini sejumlah kepala daerah juga memperoleh penghargaan dari Menteri Kesehatan terkait komitmen daerah yang telah mampu menerapkan KTR dengan baik di daerahnya.

Dikatakan Nila F Moeloek, saat ini Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, prevalensi perokok laki–laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok .

Kecenderungan peningkatan prevalensi merokok terlihat lebih besar pada kelompok anak-anak dan remaja, Riskesdas 2018 menunjukan bahwa terjadi peningkatan prevalensi merokok penduduk usia 18 tahun kebawah dari 7,2 persen menjadi  9,1 persen

Kajian Badan Litbangkes Tahun 2015 menunjukkan Indonesia menyumbang lebih dari 230.000 kematian akibat konsumsi produk tembakau setiap tahunnya. Globocan 2018 menyatakan, dari total kematian akibat kanker di Indonesia, Kanker paru menempati urutan pertama penyebab kematian yaitu sebesar 12,6 persen.

Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan 87% kasus kanker paru berhubungan dengan merokok.

Dalam berbagai riset, diketahui bahwa faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) utama yang bisa dicegah bersama adalah perilaku buruk merokok.

“Rokok merupakan faktor risiko penyakit yang memberikan kontribusi paling besar dibanding faktor risiko lainnya. Seorang perokok mempunyai risiko dua sampai empat kali lipat untuk terserang penyakit jantung koroner dan memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit kanker paru dan PTM lainnya,”ungkap Menkes Nila F. Moeloek.

HTTS diperingati setiap 31 Mei, namun baru dilaksanakan pada 11 juli 2019 ini. Tahun ini tema globalnya adalah Rokok dan Kesehatan Paru dengan subtema Jangan biarkan Rokok Merenggut Nafas Kita. Tema global ini dipilih  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan paru serta terjadinya beban penyakit yang berpengaruh terhadap index pembangunan manusia. (Humas6/nk)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top