HEADLINE

Miliki 120 Poket Sabu, PN Kubar Vonis Pammu 14 Tahun Penjara

Pak Muq saat menjelani persidangan di Pengadilan Negeri Kubar. Dia di vonis 14 tahun Penjara atas kepemilikan 102 poket sabu

Rekor Putusan tertinggi kasus narkotika di wilayah Kubar dan Mahulu

SENDAWAR (NK) – Barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya. Peribahasa itu rupanya kini berlaku. Nasib Pammu alias Pak Muq (43) yang terduduk lesu di kursi pesakitan pada Kamis (13/2/2020) lalu saat menanti putusan pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Terdakwa Pammu, warga Kampung Long Bagun Ilir, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) itu, tertunduk mendengarkan pembacaan vonis oleh Majelis Hakim yang diketuai Eko Setiawan SH.

“Menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara, ditambah denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” ucap majelis hakim.

Sebelumnya, Pammu dituntut pidana penjara selama 14 tahun, karena terbukti memiliki dan atau menjual Narkotika golongan I jenis Metamfetamina (sabu-sabu) sebanyak 102 poket, dengan berat bersih 37,4 gram.

Vonis oleh majelis hakim PN Kubar itu tidak berubah dari tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa dinyatakan bersalah, melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Narkotika sebagaimana dakwaan primair Penuntut Umum. Dalam vonis yang dibacakan, Majelis Hakim menilai perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat, serta bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap Narkotika

Dikonfirmasi terpisah oleh newskaltim.com, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kubar, Bernard Simanjuntak SH MH yang turun langsung menyidangkan perkara tersebut mengatakan sangat mengapresiasi putusan pengadilan.

“Putusan sudah tepat dengan perbuatan terdakwa. Berbanding dengan jumlah barang bukti narkotika milik terdakwa Pammu tergolong fantastis di Kabupaten Kubar-Mahulu,” ungkapnya, Sabtu (15/2/2020).

Bernard Simanjuntak menambahkan, vonis 14 tahun penjara tersebut menjadi rekor putusan tertinggi pada kasus narkotika diwilayah hukum Kubar dan Mahulu selama ini.

“Terpidana Pammu memiliki waktu selama 7 hari untuk menentukan sikap, menerima atau banding atas putusan tersebut,” tambahnya lagi.

Untuk diketahui, terdakwa Pammu merupakan Target Operasi (TO) Polres Kubar. Dibeberkan, terpidana Pammu ditangkap pada pertengahan tahun lalu. Berawal dari operasi Resnarkoba Polres Kubar yang menangkap terdakwa di Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu, Agustus 2019.

Saat diamankan Polisi, dari tangan Pammu yang sudah berhasil diamankan 102 poket sabu siap edar dengan berat kotor 65,5 gram. Pelaku diamankan saat akan melakukan transaksi jual beli nerkotika di kampung Baru Majang, Kecamatan Long Bagun.

Selain mengamankan 102 poket sabu siap edar dari tangan pelaku, Jajaran Satreskoba juga mengamankan 19 buah plastik kecil, tiga buah serokan dan satu buah timbangan milik pelaku. Dari pengakuan Pammu saat itu, barang haram tersebut diperoleh dari seseorang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Yang dikirim dengan menggunakan kapal motor Sungai Mahakam.(ran/nk)

Berita Popular

To Top