PARLEMENTARIA — DPRD PPU Desak Penyelesaian Guru Honorer K2

PENAJAM(NK)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendesak pemerintah Kabupaten PPU untuk menyelesaikan persoalan pengangkatan guru honorer K2 yang hingga saat ini masih menjadi polemik sejak digulirkan pada tahun 2014 lalu. Senin lalu

Wakil Ketua Komisi I DPRD PPU, Sariman mengatakan, terkait masalah K2, menurut pengamatannya selama ini sudah tidak ada masalah dan hanya tinggal menunggu sikap dari Pemerintah saja. Dirinya menjelaskan, persoalan K2 tersebut seharusnya dapat diselesaikan dan diumumkan sehingga ada itikat baik pemerintah PPU untuk menyelasaikan permasalahan K2 yang hingga saat ini belum mendapat kejelasan, serta dapat mengumumkannya secara resmi ke publik.

Mestinya kita dapat berkaca pada Kabupaten Kutai Kartanegara yang dapat menyelesaikan masalah pengangkatan honorer K2 disana,”ujarnya.

Diketahui, dalam penyeleksian K2 tersebut, terdapat sekitar 68 K2 yang dinyatakan lulus tes cpns 2013 lalu yang diantaranya sekitar  21 honorer di antaranya telah dinyatakan gugur karena dianggap tidak memenuhi syarat dan sekitar 16 honorer dari 21 nama K2 yang dicoret dalam daftar tersebut gugur sebelum pengusulan Nomor Induk Pengawai (NIP) ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) regional delapan Banjarmasin, serta lima orang tersebut dinyatakan terbukti tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil verifikasi ulang yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) PPU. Sehingga, jumlah K2 yang bertahan saat ini sekitar 47 orang.

Senada dengan Sariman, Sekretaris Komisi I DPRD PPU, Anwar Sanusi menerangkan, dirinya juga meminta pemerintah PPU dapat transparan dalam persoalan K2 tersebut dan berani mengambil sikap dan menjelaskan kendala pengangkatan honorer K2 yang hingga saat ini menjadi kendala di PPU.

“Hingga saat ini, sekitar 68 nasib tenaga honorer K2 di PPU masih belum mendapat kejelasan,”pungkasnya.(kanda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.