Pasien Positif COVID-19 Kaltim Bertambah 190 Kasus dan sembuh 124 kasus
PENAJAM (NK) – Kasus pasien positif COVID-19 di 10 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Per Jumat, 6 November 2020, bertambah 190 kasus dan pasien terkonfirmasi sembuh sebanyak 124 kasus.
Demikian dikatakan, sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim, Yudha Pranoto, seperti dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim pada Jumat (6/11/2020) malam.
“Kasus COVID-19 di Kaltim pada Jumat ini kembali bertambah, dilaporkan 190 kasus terkonfirmasi positif virus corona. Terdiri dari dua kasus di Berau, Kutai Barat enam kasus, Kutai Kartanegara 37 kasus, Kutai Timur 66 kasus, Paser 32 kasus, Penajam Paser Utara satu kasus, Balikpapan 34 kasus, dan Bontang 12 kasus,” ujarnya.
Yudha Pranoto menuturkan, setelah rangkaian tren peningkatan beberapa waktu terakhir, persentase kesembuhan virus corona atau COVID-19 di Kaltim kembali turun, terutama dua hari terakhir. Masyarakat didorong memperketat kembali protokol kesehatan.
Sementara itu, pasien sembuh dilaporkan bertambah sebanyak 124 kasus. Dengan perincian dari Berau 11 kasus, Kutai Barat satu kasus, Kutai Kartanegara 71 kasus, Paser tiga kasus, Penajam Paser Utara dua kasus, Balikpapan 31 kasus dan Bontang lima kasus.
“Sementara kasus meninggal dunia pada hari ini dilaporkan tak terdapat penambahan,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi saat ini membuat kasus kematian positif COVID-19 di Kaltim tetap pada 495 kasus atau 3,3 dari total 15.140 akumulasi kasus positif atau 406,8 kasus per 100 ribu penduduk. Sebanyak 12.262 kasus telah dinyatakan sembuh, 81 persen dari akumulasi kasus positif, tersisa 2.383 kasus positif masih lakukan isolasi atau berstatus aktif.
“Kami pikir, daerah dengan kasus yang masih tinggi harus meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan inovasi sosialisasi sehingga masyarakat semakin sadar dan mau bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19 ini,” pintanya..
Menurutnya, tren kasus dua hari terakhir ini belum sepenuhnya menunjukan adanya penurunan kasus COVID-19, oleh karena itu kesadaran bersama semua komponen daerah harus ditingkatkan dan tak bisa ditawar.
“Oleh karena kasadaran bersama harus ditingkat. Mari jaga sesama dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan berkala (3M),” tutupnya.(*/rif)

