Perbaikan Fisik Jalan Jalur Dua Petung Mulai Dikerjakan

Jalan jalur dua di Kelurahan Petung PPU, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat pengguna jalan, kini sedang dilakukan pekerjaan dan dibangun menggunakan rigid beton, tampak para pekerjaan sedang melakukan pekerjaan 

Jalan DIbangun Rigid Beton Sepanjang 500 Meter

                       Nicko Herlambang

PENAJAM (NK) – Kerusakan yang terjadi hampir di sepanjang dua jalur Kelurahan Petung Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini mulai dikerjakan perbaikannya. Berdasarkan informasi bahwa pembangunan jalan milik Pemprov Kaltim sepanjang lebih kurang 500 meter dua jalur  itu akan dikerjakan dengan rigid beton.

Kepala Bagian Pembangunan Pemkab PPU, Nicko Herlambang, kepada newskaltim.com, Rabu (18/4/2018) mengatakan, dalam waktu dekat terdapat empat titik ruas jalan rusak yang saat ini telah dalam proses lelang untuk proyek peningkatan jalan, termasuk jalur dua di Kelurahan petung yang sempat  memperoleh predikat sebagai wisata seribu lubang dari masyarakat setempat itu.

Keempat titik itu akan dilakukan peningkatan jalannya dengan anggaran sebesar Rp60 miliar. Dari angka tersebut, Rp50 miliar berasal dari anggaran APBD Provinsi Kaltim dan Rp10 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dia menyebutkan, pembangunan dan peningkatan jalan tersebut akan dilaksanakan dibeberapa titik diantaranya yaitu ruas jalan km 38 menuju Semoi Sepaku terdapat sekitar dua titik, dari Semoi Sepaku menuju Silkar satu titik dan satu titik lagi di jalur dua Petung yang selama ini dikeluhkan masyarakat itu. Data yang ada tersebut diambil dari Rencana Umum Pengadaan (RUP) penyedia tahun anggaran 2018 Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat.

Saat ini untuk jalur dua petung telah memasuki tahap pembangunan fisik yang diperkirakan paling lambat menjelang lebaran pengerjaannya sudah selesai. Rencana perbaikan jalan tersebut semuanya dilakukan dengan rigid beton dan untuk perihal ini sudah konsultasi dengan pihak Provinsi Kaltim, terutama untuk wilayah yang paling parah kerusakannya,”kata Nicko.

Ditambahkan dia, selama lima tahun belakangan, sudah hampir mencapai Rp250 miliar anggaran total yang masuk di jalan provinsi khususnya diwilayah PPU. Namun melihat kondisi jalan provinsi kaltim khususnya di PPU  terdapat banyaknya kerusakan yang terjadi sehingga untuk penanganannya masih dibutukan anggaran yang sangat besar.

“Kalau sebenarnya mau melihat titik-pertitik yang telah diperbaiki, terutama jalan provinsi di PPU, sesungguhnya  sudah cukup banyak. Perhatian dari provinsi maupun pusat sebenarnya sudah cukup maksimal. Hanya saja titik kerusakan jalan cukup panjang yang ada di PPU,” katanya.(Humas6/nav/nk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.