Pertama Kali UINSI Samarinda Mewisuda 469 Sarjana dan Magister

SAMARINDA (NK) – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda berhasil malaksanakan wisuda pertama kali sejak lembaga ini berganti nama dari Institus Agama Islam (IAIN) Samarinda UINSI Samarinda sebanyak 469 sarjana dan magister, terdiri dari 82 Wisudawan Pascasarjana, 24 Wisudawan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, 59 Wisudawan Fakultas Syariah, 102 Wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan 198 Wisudawan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan pada sidang Senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana (S1) ke 34 dan Magister (S2) ke 11, pada hari Selasa, 30 November / 25 Rabiul Awal 1443 H berlangsung di Gedung Auditorium 22 Dzulhijjah kampus UINSI Samarinda Seberang.

Pada saat menyampaikan sambutan, Rektor UINSI Samarinda Prof. Dr. Mukhamad Ilyasin, M.Pd, mewanti-wanti kepada para sarjana dan magister alumni UINSI Samarinda harus bersikap tidak sombong dan tetap harus rendah diri. “Yang mendasar setelah menjadi sarjana dan magister bahwa kita harus bersikap sopan, tidak sombong, tetap tawadhu karena kita masih ada kelemahan-kelemahan dan kesempurnaaan hanya milik Allah semata,” ucap Prof. Dr. Mukhamad Ilyasin, M.Pd saat menyampaikan sambutan pada acara Sidang Senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana (S1) ke 34 dan Magister (S2) ke 11, pada hari Selasa, 30 November / 25 Rabiul Awal 1443 H berlangsung di Gedung Auditorium 22 Dzulhijjah kampus UINSI Samarinda Seberang.

Mukhamad Ilyasin sangat berharap agar Sarjana dan Magister harus membangun jaringan. “Perjalanan Menjadi sarjana atau magister itu berat, tetapi yang lebih berat adalah memelihara sesuatu yang kita rintis, karena memerlukan komitmen, kejujuran, semangat kerjasama. Kita semua tidak bisa suskses tanpa membangun jaringan dan kerjasama dengan orang lain disekitar kita sangat penting, karena perubahan jaman sangat cepat. Kalau kita tidak mampu beradaptasi kita akan tergilas oleh jaman,” paparnya.

“Selamat kepada para wisudawan, karena wisuda kali ini adalah wisuda perdana setelah IAIN Samarinda menyandang status menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang sebelumnya telah diresmikan berdasarkan Peraturan Presiden No. 43 Tahun 2021,” ucapnya.

Disampaikan Rektor Ilyasin, wisuda kali ini sangat istimewa karena ada mahasiswa yang waktu masuk masih status lembaga ini sekolah tinggi agama islam, lulus telah menjadi UIN, ada juga sejumlah mahasiswa yang masuk lembaga ini berstatus IAIN dan lulus lembaga telah menjadi UIN. “Pertanyaannya apakah perubahan lembaga ini terlalu cepat ataukah mahasiswanya yang betah berlama-lama di kampus, masuk pada saat lembaga ini masih berstatus STAIN, mengikuti kuliah lembaga ini berganti nama IAIN, dan lulus diwisuda lembaga ini berganti nama lagi menjadi UIN,” ungkap Ilyasin.

Lebih lanjut Mukhamad Ilyasin memaparkan bahwa dalam situasi pandemic ini kita dituntut harus lebih cerdas, lebih kreatif, lebih inovatif agar semua berjalan dengan baik. Tetapi satu hal meskipun proses pembelajaran sudah berjalan tetapi dengan sistem yang dikembangkan mengantisipasi pandemi ini proses pembelajaran banyak hal-hal yang hilang dibandingkan dengan proses pertemuan tatap muka sebagaimana biasa.

“Ada dua hal yang membedakan prinsip managemen modern dan managemen lama. Kalau managemen lama kita merusak dulu atau dihancurkan dulu baru memperbaiki, tetapi prinsip managemen modern adalah proses kesinambungan pemeliharaan harus selalu kontinyu selalu dijaga, kesimpulannya adalah sudah menjadi sarjana, sudah menjadi magister tidak boleh berhenti belajar, harus terus-menerus menggali ilmu,” jelasnya.

Prosesi wisuda selain diikuti oleh para wisudawan juga dihadiri oleh keluarga para wisudawan yang memenuhi gedung auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda, berjalan cukup hitmat, diakhiri dengan memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing fakultas antara lain Muhammad Haikal Ramadhan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (IPK 3.96), Rahmat Wahyudi Program Studi Hukum Tata Negara (IPK 3.90), Misbahul Ramadhan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IPK 3.86), Ummu Kalsum Program Studi Perbankan Syariah (IPK 3.84), dan Terbaik Pascasarjana Hendry Putra Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (IPK 4.00). (nk-01)