Pertamina Siap Beri Kompensasi Warga Terdampak Minyak Tumpah

RDP menuntut tanggungjawab Pertamina atas bencana gagal teknologi yang terjadi dua kali di kabupaten PPU

Warga Ancam Tutup Kegiatan Pertamina di PPU

PENAJAM (NK) – PT. Pertamina RU V Balikpapan menyatakan siap memberikan kompensasi kepada masyarakat terkena dampak bencana gagal teknologi minyak tumpah di teluk Balikpapan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang terhadi pada Sabtu (31/3/2018) dan Pipa Bocor di RT 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, PPU, Kamis (4/4/2018) kemarin.

Demikian  dikatakan, general Affair Manager PT Pertamina RU V Balikpapan, Eko Hernanto saat mendampingi Senior Manager PT. Pertamina RU V Balikpapan, Prayitno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD PPU. Kegiatan dipimpin Wakil Ketua DPRD PPU, Syahrudin M Noor, dihadiri komisi I, II dan III DPRD, LSM, LPM Kelurahan Nenang dan Penajam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perwakilan masyarakat, Senin (9/4/2018).

Dikatakan Eko, kompensasi bagi masyarakat yang terkena dampak atas bencana minyak, pihaknya siap memberikannya, sepanjang wajar dan dapat dipercaya, sebab dana yang dikeluarkan tentu tidak lepas dari audit, sehingga harus wajar dan dipercaya.

Terkait kompensasi kami siap memberikannya sepanjang wajar dan dapat dipercaya. Dana yang kami gunakan untuk kompensasi bersumber dari dana tanggap darurat guna memulihkan dampak sosial, masyarakat dan lingkungan jadi bukan dana CSR,”tegasnya.

Sementara itu, lanjutnya, terkait masalah sanksi hukum, semua telah diserahkan ke Polri.

Senada dengannya Prayitno, menambahkan, pihaknya memberikan dukungan agar dibentuk tim gabungan termasuk membuka posko pelaporan data perhitungan dampak  bencana ini, sehingga data yang tersaji valid.

“Yang jelas kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah yang terjadi akibat dampak dari tumpahan minyak di teluk Balikpapan dan Kelurahan Nenang,”tukas Prayitno.

Kepala pelaksana harian BPBD PPU, Andi Dahrul mengatakan. BPBD sudah melakukan pendataan terkait dampak akibat bencana gagal teknologi tumpahan minyak di Kelurahan Penajam dan Kelurahan Nenang keduanya berada di kecamatan Penajam.

Ia membeberkannya, hasil dari pendataan yakni bencana di teluk Balikpapan, pada kelurahan Penajam ada delapan RT terdiri dari,  RT 05, 06, 07, 08, 09, 10, 17 dan RT 20 dengan jumlah Kepala Keluarga  (KK) 385 dan 1.546 Jiwa. Sedangkan bencana pipa bocor di kelurahan Nenang terdapat empat RT, yakni, RT 04, 06, 07 dan RT 08 dengan jumlah KK 236 dan 885 jiwa.

“Kami berharap kepada Pertamina apabila ada permasalahan yang seperti ini, seharusnya harus sigap dan tanggap untuk dapat menindaklanjuti laporan yang sudah disampaikan ke Pertamina dan hadir di lokasi. Sementara kami di BPBD selaku posko fungsi koordinasi di Kabupaten PPU sudah melakukan fungsi sebagaimana mestinya yakni melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak akibat pipa bocor atau minyak tumpah itu,”katanya.

Ketua LSM Sosial dan Lingkungan (SIKU),  Emil Jamal, pada kesempatan itu meminta agar Pertamina bertanggung jawab atas bencana ini. Baik kepada masyarakat, lingkungan dan habitat ekosistem biota laut yang terkena minyak itu.

“Tumpahan minyak itu membawa dampak zat kimia atau logam berat jelas tidak baik untuk kesehatan manusia dan hewan laut. Akibatnya masyarakat tidak mau mengambil hasil laut, tambak atau tangkapannya. Dimana hampir semua usaha pelaku perikanan terhenti akibat tumpahan minyak itu,”katanya.

ketua LPM Penajam, Suriyoto, meminta dalam RDP tersebut ada titik terang dimana PT Pertamina dan menentukan sikap memberikan kompensasi kepada masyarakat korban minyak itu, jangan sampai berlarut – larut.

Jika tidak segera kami akan melakukan aksi menutup kegiatan pertamina di PPU dan tentunya berdampak bagi aktifitas Pertamina di PPU,”tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Sahrudin M Noor, menegaskan,   RDP ini untuk mendapatkan penjelasan dari Pertamina dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat guna menyelesikan permasalahan pasca bencana gagal teknologi minyak di PPU yang terjadi sebanyak dua kali itu.

“Masalah ini harus diseriusi bukan main main dan jika tidak ditindaklanjuti maka  kamiakan membentuk Pansus. Mendengar pernyataan Pertamina, maka kita minta agar kompensasi dan langkah kongkretnya segera direalisasikan jangan sampai berlarut – larut, kami juga minta agar Pertamina bersikap sigap apabila dikemudian hari ada kejadian serupa di PPU,”pungkasnya.(ervan/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.