BorneoHEADLINEKaltim

Presiden Tinjau Langsung Korban Gempa Cianjur, Kepala BNPB Pusat Terus pantau perkembangan di Lokasi

CIANJUR (NK) – Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Selasa, 22 November 2022. Lokasi pertama yang ditinjau Presiden adalah jalan raya Cibeureum, yang merupakan jalan penghubung wilayah Bogor-Cianjur di Kecamatan Cugenang.

Presiden menyampaikan masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat akan mendapatkan bantuan 50 juta rupiah, rusak sedang 25 juta rupiah dan rusak ringan sebesar 10 juta rupiah.

“Dalam perjalanan kembali ke Bogor setelah meninjau pengungsi di Taman Prawatasari, Cianjur, kemarin, saya menyinggahi posko pengungsi lainnya di Kampung Warung Bawang, Kecamatan Cugenang.” tulis Presiden Joko Widodo di akun facebooknya.

Pemerintah, relawan, dan berbagai pihak kini masih melaksanakan penanganan dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur.

Memasuki hari kedua pascagempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11) lalu, tim gabungan lakukan penyelamatan dan pencarian korban terdampak.

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan jajaran tinggi BNPB masih berada di Kabupaten Cianjur untuk turun langsung terlibat penanganan darurat bencana.

Suharyanto mengatakan, beberapa hari pertama setelah terjadi bencana pencarian korban gencar dilakukan oleh semua lembaga terkait.

“Fokus giat tanggap darurat dalam 3 kali 24 jam pertama adalah pencarian dan penyelamatan warga terdampak. Berjalan paralel, sudah tergelar 14 titik pengungsian dengan fasilitas dapur umum, tenaga medis dan logistik yang memadai dan terus disempurnakan,” ungkap Suharyanto di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11).

Tercatat sebanyak 90 personil dengan kemampuan penyelamatan dan peralatan pendukung termasuk menggunakan anjung pelacak diterjunkan ke titik pencarian.

“Pencarian hari ini di Sektor 1 Kampung Cugenang RT 02, Sektor 2 Kampung Rawa Cina Desa Nagrak, Sektor 3 Kampung Salakawung Desa Sarampat, Sektor 4 di Warung Sate Sinta,” lanjutnya.

Suharyanto memastikan, bagi warga terdampak yang rumahnya rusak, akan mendapatkan dana hingga rumahnya dibangun kembali.

“Menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi, warga terdampak akan diberikan dana tunggu hunian bagi mereka yang bisa tinggal di rumah kerabat,” tutup Suharyanto.

Data sementara yang berhasil dihimpun hingga Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB, terdapat ratusan jiwa meninggal dunia. Hal ini diungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat memberikan keterangan pers di Kantor Bupati Cianjur.

“Korban meninggal dunia 268 jiwa, yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang, kita akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh korban ditemukan,” ucap Suharyanto.

Kemudian data masyarakat yang mengungsi sejumlah 58.362 orang, luka-luka 1.083 orang, kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak total berjumlah 22.198 unit.

“Pengungsi pada hari ini sudah mendapatkan fasilitas lebih baik, tenda besar telah didirikan baik dari BNPB, pemerintah, TNI/Polri dan bantuan lembaga lainnya,” lanjutnya.

“Dapur umum telah beroperasi, kalau masih ada yang kurang dan belum terlayani, lambat laun akan kami perbaiki,” ucapnya.

Terkait banyaknya perbedaan data yang berkembang, Suharyanto berkata, pendataan masih terus dilakukan dan Posko telah didirikan, sehingga semua informasi tentang penanganan gempa Cianjur ini, secara resmi ialah yang dikeluarkan dari posko.

“Setiap sore akan ada update penanganan bencana dari Posko Tanggap Darurat yang ada di Kantor Bupati Cianjur,” imbuh Suharyanto.

Merespon banyaknya kepedulian masyarakat untuk memberikan dukungan penanganan pascabencana, diharapkan semua berada dibawah pengelolaan posko.

“Bantuan kepada masyarakat terdampak baik yang datang dari pemerintah pusat, kementerian atau lembaga dan unsur swasta, semua akan dipusatkan di posko dan pendistribusiannya akan melalui posko,” jelas Suharyanto.

Meskipun dua rumah sakit di Kabupaten Cianjur ikut terdampak gempa, penanganan kesehatan tetap dapat dilakukan, tenda-tenda lapangan telah digelar di sekitar rumah sakit untuk dijadikan rumah sakit darurat.

“RSUD Cianjur dan Rumah Sakit Sayang sudah beroperasi dan ditambah tenda lapangan termasuk tambahan tenaga kesehatan,” imbuhnya.

“Sebagian dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Cianjur, 100 pasien telah dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” tutup Suharyanto.

PEMBAWA BANTUAN DI CEGAT
Para masyarakat yang perduli terhadap gempa di Cianjur banyak yang langsung mengantarkan bantuan ketitik lokasi, namun dalam perjalanan dicegat oleh warga lain yang memaksa menurunkan bantuan yang dibawa termasuk bantuan yang dibawa relawan Persaudaraan Pengemudi Ambulan Indonesia (PPAI).

“Anggota saya dicegat, orang-orang ini minta bantuan diturunin disini. Sementara kita Mau ke ujung. Orang-orang ini berentiin semua mobil yang ada tanpa terkecuali ambulan di lokasi tidak jauh dari SMP Terbuka Cigunang Rancagoong.” kata Agus dari DPD PPAI Bandung Raya.

Agus pun mewanti-wanti kepada relawan lain agar lebih waspada saat penyaluran bantuan.(Mun/NK)