Sakit Hati Diisukan Onani, Pekerja Kebun Tikam Rekan Kerjanya

PENAJAM (NK) – Sakit hati pernah berbuat asusila onani, Maulidi (29), pada Senin, 26 Oktober 2020 lalu, menikam Amsih, Sabran dan Fajar merupakan rekan kerjanya di PT Kebun Mandiri Sejahtera (KMS) di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), akibat korban mengalami luka tusuk.

“Setelah menikam tiga orang korbannya atas nama pelaku berhasil kabur ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), namun berhasil diringkus pada 2 November 2020,” ujar Kapolres PPU, AKBP Hendrik Hermawan didampingi Kasat Reskrim, Iptu Dian Kusnawan pada Selasa (10/11/2020) di Mapolres PPU.

Dari pengakuan tersangka, bebernya, penikaman terhadap para korban karena dirinya merasa malu dan sakit hati dikatakan melakukan tindakan onani, sehingga banyak teman kerja lainnya mengetahui hal tersebut.

Penikaman itu terjadi ketika pagi hari saat korban Amsih berada di belakang mess-nya untuk memanasi sepeda motornya, datanglah Maulidi langsung memukuli bagian wajah korban serta menarik baju Amsih tanpa perlawanan. Korban sempat menanyakan kenapa dirinya dipukul tetapi tidak dijawab oleh tersangka bahkan Maulidi makin jadi memukuli korban. Kemudian datang korban Sabran untuk melerai tetapi pemukulan masih terjadi setelah itu pelaku langsung pergi.

“Rupanya tersangka masih kurang puas memukul korban Amsih, sehingga dia kembali membawa badik untuk membuat perhitungan dengan korban. tanpa waktu panjang setelah sampai pelaku langsung menikam korban dari arah belakang dan melukai belakang kepala korban,” tukasnya.

Penikaman itu, lanjutnya, juga dilakukan pada bagian badan sebelah kiri korban dan tangan mengenai jari tangan sebelah kanan Amsih. Sementara itu, dua orang korban lainnya yakni Fajar dan Sabran terluka pada bagian lengan karena berusaha melerai dan merebut pisau milik tersangka.

“Setelah pisau  berhasil dirampas, pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan para korban dilarikan ke Puskesmas Petung untuk mendapatkan pertolongan medis, kejadian ini lantas dilaporkan ke polisi,” sebutnya.

Mendapatkan laporan korban tersebut, tuturnya, anggota Jatanras Polres PPU langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka namun tidak berhasil menangkap, karena tersangka keburu melarikan diri. Berdasarkan informasi kabur ke rumahnya wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalsel.

“Anggota Jatanras Polres PPU langsung bergerak melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan Polres HSU. Namun, sesampainya di rumah itu, ternyata pelaku sudah melarikan diri. Tetapi kami kembali mendapatkan informasi, kalau tersangka melarikan diri ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Pelaku, tambahnya, bersembunyi di pondok tengah sawah milik pamannya. Pada Senin, sekira pukul enam pagi, tim gabungan berhasil meringkus tersangka tanpa perlawanan dan digiring ke Polres PPU untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.

“Atas perbuatannya, terangnya, tersangka dikenai Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan serta UU Darurat Pasal 351. Dengan pidana kurungan delapan tahun.  Kemungkinan perbuatan tersangka telah direncanakan, karena pisau itu sengaja dibawa pelaku untuk menikam korban Amsih sedangkan korban Sabran dan Fajar terluka karena berusaha melerai dan merebut pisau tersangka untuk menghentikan penikaman itu,” pungkas Kapolres.(nav)