Sosialisasi Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kerja Kontruksi, Hamdam Meminta Seluruh Tenaga Kerja Kontruksi PPU Mendaftarkan Diri dan Memiliki Sertifikasi Jelang Pembangunan IKN
SAMARINDA (NK) – Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) khususnya bagi para tenaga kerja kontruksi yang sampai saat ini belum mendaftarkan diri kiranya harus proaktif dan ikut memiliki sertifikasi tenaga kerja kontruksi agar dalam pelaksanaan pembangunan IKN nanti menjadi tenaga kerja yang siap dipekerjakan berdasarkan sertifikasinya.
Hal tersebut diungkapkan Hamdam saat menghadiri Sosialisasi Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kerja Kontruksi di Kalimantan Timur bersama Pj. Sekda Prov Kaltim, H Riza Indra Riadi, Kepala Bidang Koordinasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tim Transisi IKN Diani Sandiawati, Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kabupaten/Kota se-Kaltim, serta seluruh peserta tenaga kerja, lembaga kerja dan Organisasi Masyarakat se- kalimantan Timur yang berlangsung di Hotel Senyiur Samarinda . Kamis, (08/09/2022)
Hamdam menjelaskan terkait sosialisasi tenaga kerja kontruksi ini sampai saat ini juga terus dilakukan baik oleh Kementerian Keternagakerjaan, jajaran Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kaltim maupun Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara guna mempersiapkan tenaga kerja kontruksi di Kaltim yang kompeten dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan IKN di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui BPS tahun 2021 menyebutkan tenaga kerja konstruksi di Kaltim sekitar 99.963 orang didominasi SD dan SMP mencapai 65 persen. Pekerja yang sudah memiliki sertifikasi yang telah disampaikan oleh PUPR dan Pera Kaltim baru sekitar 34.257 orang. Sedangkan 65.000 pekerja lainnya belum mengantongi sertifikasi.
“ Terkait sertifikasi tenaga kerja kontruksi ini penting dimiliki masyarakat PPU agar dalam perekrutan terkait tenaga kerja pendukung pembangunan IKN nanti dapat terakomodir. Bagi masyarakat atau para pekerja kontruksi yang sampai saat ini belum mendaftarkan diri dan belum memiliki sertifikasi kiranya dapat mempersiapkan diri dalam tahap pelatihan-pelatihan yang terus dilaksanakan dalam mempersiapkan SDM pendukung pembangunan IKN.”
Oleh karena itu, Hamdam berharap kepada masyarakat PPU tanpa terkecuali harus bisa menangkap peluang ini, karena pemindahan dan pembangunan IKN merupakan kesempatan bagi kita terlebih dengan diberikannya pelatihan dan sertifikasi secara gratis dalam mempersiapkan tenga kerja dalam pembangunan IKN, serta yang paling utama jangan sampai kita jadi penonton di rumah sendiri dan kalah dengan SDM luar Kaltim. Pungkasnya
Senada hal tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Kaltim H Riza Indra Riadi mengingatkan rekrutmen tenaga kerja lokal untuk pembangunan konstruksi Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menggunakan media digital, tapi juga manual.
“Nanti perekrutan tidak semua lewat web. Kasih juga kesempatan pendaftaran secara manual, itu pesan kami ke pusat,” kata Riza Indra Riadi saat membuka Sosialisasi Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi bertema “Kesiapan tenaga kerja konstruksi Kalimantan Timur sebagai masyarakat lokal dalam penyelenggaraan pembangunan Ibu Kota Nusantara”.
Alasannya kata Riza, masih banyak penduduk Kaltim yang tidak cakap digital. Ditambah Iagi data BPS tahun 2021 menyebutkan tenaga kerja konstruksi di Kaltim sekitar 99.963 orang didominasi SD dan SMP mencapai 65 persen.
Kepala Bidang Koordinasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tim Transisi IKN Diani Sandiawati mengungkapkan hingga tahun 2024 nanti setidaknya dibutuhkan tidak kurang dari 260.000 pekerja konstruksi. Tahun 2022 rencananya akan ada 30.000 orang, tahun 2023 sebanyak 123.000 orang dan tahun 2024 sebanyak 107.000 tenaga kerja konstruksi.
Sampai saat ini Kementerian PUPR sudah merekrut tidak kurang dari 1.500 tenaga kerja konstruksi. Selain itu juga sudah dilakukan pelatihan nonkonstruksi dengan Balai Latihan Kerja (BLK). “Kami dari Otorita IKN selalu diingatkan oleh Presiden agar masyarakat lokal jangan hanya jadi penonton, sertifikasi ini merupakan kesempatan dan peluang untuk semua warga Kaltim. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami buka secara online. Silakan pilih mana pelatihan yang mau diikuti,”Tutupnya. (Humas/Advertorial/NK2)

