Diskominfo PPU

Tingkatkan PAD di Sektor Perikanan, Pemkab PPU Kunjungi Lamongan

Foto bersama usai melakukan kunjungan di Pelabuhan Perikanan Nusantara di Brondong Lamongan

PENAJAM(NK) – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam hal ini diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU Alimuddin bersama Kepala Dinas Perikanan PPU Abbas Chalid melakukan kunjungan kerja ke areal Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) serta Pelabuhan Perikanan Nusantara di Brondong Lamongan, pada Jumat, (22/9) lalu.

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka upaya meningkatkan potensi pendapatan asli daerah berdasarkan potensi unggulan sumber daya alam yang ada, salah satu  sektor unggulan yg akan dikembangkan adalah sektor perikanan baik dari sub sektor perikanan tangkap maupun sub sektor perikanan budidaya. Pasalnya, Kabupaten Lamongan merupakan Kabupaten yang ditetapkan menjadi Kawasan Minapolitan dan dipandang sukses (Best Practise) dalam meningkatkan PAD dan pendapatan masyarakat dari sektor perikanan melalui pendekatan pengembangan kawasan minapolitan Budidaya dan Tangkap.

Dalam kunjungannya, Kepala Bapelitbang PPU, Alimuddin mengungkapkan, ada hal menarik pada perikanan Lamongan yaitu panjang garis pantai sekitar 50 km dan luas tambak tidak sampai 2.000 hektar namun dapat menghasilkan produksi perikanan mencapai 100 ton per hari. Bandingkan dengan PPU yang garis pantainya lebih dari 200 km dengan luas tambak mencapai 5.000 hektar, yang hanya mampu produksi ikan 20-30 ton per hari.

Kedepannya perlu kita tingkatkan sinergi antar SKPD. Melalui penetapan Kawasan Minapolitan kita perlu tingkatkan stimulus anggaran dari APBN. Juga keterlibatan penyuluh perlu dioptimalkan karena mereka seharusnya lebih memahami potensi perikanan kita,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan PPU, Abas Khalid mengatakan, Produksi Bandeng di PPU dapat terus dipertahankan. Selain produksi dalam bentuk Amplang dan Tepung,  Menurutnya, masyarakat perlu gemar makan bandeng karena omega 3 yang tinggi.

“Kemungkinan lainnya bisa ditetapkan di PPU yakni pengembangan budidaya Garam dan pengembangan budidaya Kerapu Tambak dengan sistem semi intensif pola padat tebar dimana untuk luasan 300 m persegi dapat ditebar sebanyak 5000 bibit kerapu,”kata Chalid.

Kabupaten Lamongan dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Jawa Timur, Nilai produksi perikanan di Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2015 mencapai Rp 2.066.126.188.437. Nilai produksi itu meliputi, dari perairan umum sebesar Rp 53.963.637 dari produksi perikanan tangkap menghasilkan Rp 940.041.822.000, dan nilai produksi perikanan budidaya sebesar Rp 1.126.030.402.800. dari nilai produksi tersebut menghasilkan PAD sekitar 400 juta rupiah.

Dalam paparannya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Suyatmoko menyatakan, sinergi antar SKPD yang tergabung dalam Pokja Minapolitan sangat vital dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan program pengembangan minapolitan yang dilakukan melalui strategi pengembangan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan dan pendekatan pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan rumpun nelayan, pokdakan, poklahsar dan pokmaswas.

“Sinergi antar SKPD sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan program pengembangan minapolitan,”ungkapnya.

Diketahui, Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan salah satu diantara dua Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dalam Surat Keputusan Nomor: 35/KEPMEN.KP.2013 Kabupaten lainya yakni Kabupaten Kutai Kartanegara. Kecamatan Babulu ditunjuk sebagai sentral minapolitan ditambah Penajam, Waru, dan Sepaku sebagai kawasan penyangga (Hinterland). Potensi kawasan Babulu Laut yang memiliki 5000 hektare lahan tambak fungsional.(kanda/kominfo/red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top