HEADLINE

Anggaran Minim, Pemkab PPU Evaluasi Proyek Multiyears

Plt Kepala Bagian Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang

Kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuat pemerintah PPU harus melakukan evaluasi terhadap proyek Multiyears yang ada di PPU. Hal itu diutarakan Plt Kepala Bagian Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang belum lama ini. Selasa, (30/8/2017).

“Terkait evaluasi multiyear ini,  pada pointnya progres yang ingin kita tekan itu sampai mana,”ujarnya.

Niko mengatakan,  setelah melakukan beberapa kali pertemuan, beberapa projek harus di lakukan evaluasi, ada yang harus dituntaskan dan adapula yang harus ditekan.

“Kalau seperti proyek bendungan memang dipilih dititik aman, contohnya bendungan itu harus pada progress 85 persen agar tidak jadi permasalahan. Karena pipa harus selesai dan jalan didepannya harus selesai,”katanya.

Diakuinya, sedangkan untuk proyek lain yang belum selesai akan dipilih sampai berapa persen proyek tersebut dapat bekerja, karena ini berkaitan dengan ketersediaan dana pemerintah. Dibeberkannya, dari 25 proyek, ada sekitar 5 proyek yang tidak bisa diselesaikan secara maksimal dan capaian progresnya tidak bagus, namun tidak masuk dalam skema pinjaman.

Disini tugas masing-masing KPA dan PPTK di SKPD untuk menjelaskan kepada kontraktor bahwa pemkab saat ini tidak memiliki dana untuk beberapa proyek tersebut,”ungkapnya.

Ditambahkan Nicko, ada juga beberapa proyek yang harus dinegosiasi kembali kepada penyedia karena pemkab tidak bisa menyerahkan proyek tersebut sampai selesai karena keterbatasan anggaran. Proyek yang maksud seperti proyek sarang alang yang progresnya masih dibawah 20 persen dan coastal road yang awalnya diusulkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU sekitar 70 persen, namun saat ini hanya mampu hingga 40 persen saja, dan sekarang progress proyek Coastal Road tersebut masih dibawah 10 persen.

“Tapi kalau kontraktor ingin mencari pendanaan diluar APBD kami persilahkan, namun diawal Januari 2018 sudah dapat dibaca jika tidak ada di APBD Murni atau Perubahan ini, dia tidak bisa lanjutkan pekerjaan lagi. Saat ini kita coba selamatkan proyek yang sudah mendekati 100 persen agar bisa terbayar semua,”pungkasnya.(kanda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top