Bahu membahu Relawan Ambulance EMT-ITS Bantu Pasien, hingga janji itu telah sampai

SAMARINDA (NK) – Satu hari setelah Idul Fitri 1443 H, bertepatan dengan 3 Mei 2022, mendapat informasi dari Bung Wahyu relawan Ambulance EMT-ITS Kota Samarinda, untuk membantu membawakan seorang ibu yang sudah sepuh karena mengalami patah tulang punggung akibat jatuh saat berjalan silaturahmi mengunjungi tetangganya.

“Ini ada pasien tulang dekat pinggulnya patah, kalau nunggu operasi lama bilangnya dokter praktek, karena ini pas masih libur,” Demikian isi pesan whatsapp Bung Wahyu kala itu.

Tanpa menunggu, Usamah Bima relawan Ambulance PWI Kaltim Peduli, langsung tancap gas menuju rumah pasien dibilangan Gang An Nur 1 Jalan KH. Samanhudi Samarinda, walaupun pada hari itu adalah Idul Fitri hari kedua.

Namun, sebelum meluncur ada sedikit diskusi sesama relawan di group whatsapp EMT-ITS, bagaimana cara membawa, memindahkan pasien dengan keluhan ada patah tulang dekat pinggul.

Saat itu relawan Orca bilang Kalau Patah Tulang belakang pakainya long spine board Engga bisa peka scope streacher Iya nanti sarap terjepit jadi masalah baru.

Dikarenakan ambulance PWI Kaltim Peduli tidak memiliki scope streacher, banyak rekan-rekan relawan menawarkan scope streacher, seperti Samarinda 112, namun karena memerlukan tenaga medis, akhirnya meminta bantuan PMI Samarinda, langsung disambut baik Dedy Setiawan agar mampir dulu ke kantor PMI yang terletak di Jalan Palang Merah dekat RSUD Abdul Wahab Sjahranie.

Bersama tenaga medis PMI yang saat itu piket Yudelsam langsung meluncur ke rumah pasien dengan tak lupa membawa scope streacher milik PMI Kota Samarinda yang hanya digantung di dinding. “sengaja kami gantung didinding, agar tidak sering-sering dipakai,” Ucap Dedy Setiawan.

Sesampai di rumah pasien kondisi pasien tidak bisa bergerak, dan untuk memindahkan dari ranjang ke brankar ambulance menggunakan scope streacher, walau dengan susah payah memasangnya, karena ada rasa khawatir dari relawan.

Akhirnya dengan kepiawaian tenaga medis PMI berhasil juga dipindahkan. Dengan di temani putrinya akhirnya meluncur ke Loa Janan Ulu, tempat ahli patah tulang Kai Ahim melayani pasien atas rekomendasi dari Fakhrul Umardani relawan Perindo Perbatas yang sering membawa pasien patah tulang.

Penanganan pasien tersebut cukup bagus, ada perkembangan, namun sayang karena kondisi tulang yang sudah sepuh, sehingga kembali lagi.

Secara bergantian relawan ambulance EMT-ITS membantu membawa beliau antar jemput berobat, dan terakhir tanggal 19 Mei 2022 tengah malam, menjemput beliau dari UGD RSUD AWS, setelah sore tadi diantar rekan relawan ambulance dikarenakan dinyatakan normal semua sehingga tidak mendapatkan fasilitas rawat inap. “Bapak Siapa, Silahkan dibawa pulang, setelah di cek semua ibu itu normal,” Ucap petugas admistrasi dari balik kaca di ruang UGD dengan penuh ketus.

Walau tengah malam, pasien yang sudah sepuh itupun menggunakan ambulance PWI Kaltim Peduli dibawa pulang kerumahnya, walaupun keluarga berharap bisa di opname, namun terpaksa harus dipulangkan dengan alasan normal semua.

Ahad menjelang dzuhur (29/5-2022) unit ambulance Annur tampak mengantarkan pasien ke UGD AWS kembali. Namun pas maghrib mendapat info dari Emy anak pasien tersebut beliau telah berpulang.

Dan relawan Ambulance Ika Pakarti meng-handle menjemput jenazah ibu Hj. Painem Samsiah dari ruang jenazah RSUD AWS untuk dibawa pulang ke rumahnya. Semoga beliau berpulang dalam keadaan husnul khotimah.

Perjuangan para relawan ambulance untuk membantu kesembuhan pasien pupuslah sudah, ternyata janji Allah telah sampai padanya.(NK-01)