ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoDPRD PPUHEADLINEKaltimPPU

BBM Bermasalah, DPRD PPU Belum Terima Laporan Kerusakan Kendaraan

PENAJAM (NK) – Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menanggapi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Kalimantan Timur dengan pihak Pertamina terkait persoalan bahan bakar minyak (BBM) bermasalah yang sempat ramai di beberapa daerah. Dalam RDP tersebut, Pertamina menyepakati untuk memberikan layanan bengkel gratis di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur bagi masyarakat yang kendaraannya terdampak.

Namun, menurut Syahrudin, hingga saat ini belum ada laporan kendaraan rusak akibat BBM bermasalah yang masuk ke DPRD PPU.

“Belum ada laporan yang masuk ke kami. Sejauh ini di wilayah PPU belum ada masyarakat yang mengadu ke DPRD terkait kerusakan kendaraan akibat BBM,” ujar Syahrudin saat ditemui pada Kamis (17/4/2025).

Ia mengakui, kasus kendaraan rusak akibat BBM bermasalah memang cukup banyak terjadi di daerah seperti Balikpapan dan Samarinda, hingga akhirnya memunculkan desakan agar Pertamina bertanggung jawab.

“Kalau di Balikpapan dan Samarinda itu memang banyak laporan, makanya DPRD Provinsi memanggil Pertamina. Tapi untuk PPU, belum ada aduan, jadi sejauh ini kita anggap aman,” tambahnya.

Sesuai hasil RDP yang digelar pada 9 April 2025 di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Pertamina menyepakati pemberian layanan bengkel gratis bagi masyarakat yang mengalami kerusakan kendaraan setelah mengisi BBM dari SPBU resmi. Layanan ini mulai berlaku pada hari yang sama.

DPRD PPU menyatakan tetap membuka diri apabila masyarakat menemukan kendala serupa di wilayahnya. Jika ada laporan resmi yang masuk, pihaknya akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Sementara itu, salah seorang pengendara, Fitri mengaku sempat mengalami kendala saat menggunakan Pertamax di Samarinda, namun tak mengalami kerusakan serius.

“Yang dipermasalahkan kan katanya Pertamax, ya. Saya waktu di Samarinda sempat isi Pertamax, cuma satu liter. Setelah itu motor saya brebet-brebet, untungnya masih bisa dipakai. Akhirnya saya ganti pakai Pertalite, dan kembali normal,” ungkapnya.

Fitri menambahkan, saat mengisi Pertamax di PPU setelah kembali dari Samarinda, tidak ada kendala yang dirasakan.

“Pas pulang ke PPU, saya coba isi Pertamax lagi, alhamdulillah aman-aman saja, nggak ada kerusakan,” katanya. (ADV/NK)