HEADLINESamarinda

Bersihkan Islamic Center Samarinda, Relawan Cendana-KPHP Santan turun tangan

SAMARINDA (NK) – Kondisi Islamic Center Samarinda yang memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi, Luas lantai mezzanine (balkon) adalah 5.290 meter persegi ini tampak kurang terawat, dibuktikan adanya lumut-lumut yang menempel di dinding-dinding luar bagian Islamic Center, terutama bagian kubah, Lantai teras bagian depan demikian juga dengan pilar-pilar memerlukan tenaga ekstra untuk melaksanakan membersihan ini.

Dodi Rifani, koordinasi aksi bakti sosial membersihkan masjid Islamic center dari relawan cendana saat ditemui Media ini mengatakan bahwa timnya diminta bantuan dari pengurus masjid Islamic center yang beberapa kali rapat untuk membersihkan bagian luar terutama teras balkon luar dan pilar luar dari lumut-lumut yang menempel.

“Ada 12 crew yang diturunkan untuk membantu pembersihan islamic center, kita melakukan aksi sejak hari rabu, 29 Desember 2021 lalu, ini hari ke empat kami melakukan kerja bakti, hari Jumat libur, ” jelasnya.

Selain relawan cendana yang melaksanakan kerja bakti ini tampak dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit XXVII Santan yang berkantor di jalan Cendana juga turut menurunkan Tim bhakti sosial ini.

Achmad Sarkati
Achmad Sarkati

Achmad Sarkati koordinator Tim dari  KPHP Unit XXVII Santan mengatakan pihaknya menurunkan mobil slip on 4 pemadam kebakaran hutan empat unit dan mobil tangki satu unit.

“Dalam aksi bhakti sosial ini Kami kebagian tugas membersihkan yang bagian bawah, menggunakan mobil slip on, dan mobil tangki untuk mensuplai air ke atas kubah menggunakna Mesin Tohatsu yang memiliki tekanan tinggi,” terang Sarkati.

Menurut Sarkati tidak semua relawan memiliki Tohatsu yang bisa mentransfer air dari bawa ke atap masjid yang tingginya sekitar 20 meteran ini.

“Pola kerjanya kami memompa air ke atas menggunakan Tohatsu di tampung di tandon atas baru disemprotkan menggunakan mesin yang lebih kecil tim panjat tebing sambil menyikat menyemprotkan air sehingga lebih efektif bekerjanya,” Jelas Achmad Sarkati.

Sementara itu Khairul, staf bagian Sapras Islamic center Samarinda mengatakan proses pembersihan bagian atas dan kubah masjid ini dilakukan setiap enam bulan sekali.

Khairul
Khairul

“Seharusnya setiap enam bulan sekali dilakukan pembersihan rutin bagian kubah, karena kondisi udara di Samarinda ini kan banyak seperti lantung-lantungnya, sehingga menyebabkan dibagian permukaan kubah, atap dan bagian luar masjid cepat hitam,” Jelas Khairul yang hampir 17 tahun mengabdi di Islamic Center ini.

Dijelaskan Khairul di Islamic Center ini hanya memilki tenaga teknisi Sarana dan Prasana (Sapras) hanya lima orang, menangani semua bidang, mulai dari listrik, PDAM. Saat ini kondisi pipa-pipa PDAM sudah pada kropos seharusnya segera diperbaiki, karena kondisi tersebut sehingga kami minta bantuan ke relawan pemadam untuk bakti sosial membersihkan masjid Islamic center ini.

“Untuk membersihkan bagian kubah masjid di atas kita minta bantuan dari panjat tebing dari Amuntai Tabalong yang memang khusus keahliannya di bidang membersihkan kubah masjid. Semoga 15 hari bisa selesai,” ucap Khairul yang dulunya pernah begabung dengan di total saat membangun Islamic Center Samarinda ini. (nk-01)