Bupati PPU AGM Menerima Kunjungan Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan

PENAJAM (NK) – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) terima Courtesy Call Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Sri Darmadi Sudibyo beserta jajaran dalam rangka High Level Meeting (HLM) terkait pertumbuhan ekonomi daerah di ruang rapat Bupati Lantai III Setkab PPU, Rabu (14/04/2021).

Sekaligus membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digital Daerah (TP2DD) di Kabupaten PPU.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Sekda PPU Muliadi, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ahmad Usman, Kepala Dinas (kadis) Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Budi Santoso, Kepala Bapenda PPU Tohar, Kadis Ketahanan Pangan Surito, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Tur Wahyu, Kabag Ekonomi Durajat dan sejumlah dinas terkait di lingkungan pemerintah Kabupaten PPU.

Dalam kesempatan ini Bupati PPU AGM sangat mengapresiasi dan mendukung penuh atas upaya Bank Indonesia (BI) dengan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama dalam pengendalian inflasi baik dalam kelancaran distribusi, keterjangkauan harga pangan, ketersedian pasokan hingga membangun komunikasi efektif antar lembaga sebagai penggerak ekonomi maupun dengan dinas terkait.

“Pengendalian ini diperlukan sinergi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan harus memastikan ketersedian kebutuhan pangan yang dilakukan semua sektor tanpa terkecuali termasuk menjaga Ketersediaan Cadangan Beras (KCB) Pemerintah, dalam rangka program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga dipasaran. Bisa dibilang kalau PPU ini sebagai salah satu lumbung pangan padi/beras,” jelas AGM.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Sri Darmadi Sudibyo juga menambahkan High Level Meeting (HLM) pertumbuhan ekonomi daerah ini dilakukan bersama Pemerintah Daerah serta pihak-pihak terkait seperti TPID dalam rangka mengantisipasi agar lonjakan harga tidak terjadi. terutama disaat bulan Ramadhan seperti saat ini hingga jelang Idul Fitri tahun 2021.

Bahkan lanjut Darmadi, pengendalian lonjakan ketersedian harga pokok pangan ini juga telah dilakukannya pembentukan TP2DD dalam rangka government dan memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat dengan basis digital. Untuk kedepannya digitalisasi terkait elektroniksasi Pemerintah Daerah dapat dilakukan sehingga digitalisasi ini dapat terwujud seperti pembayaran restribusi yang tidak lagi menggunakan uang tunai tapi menggunakan digitalisasi elektronik melalui Aplikasi Qris.

“Dengan hadirnya digitalisasi ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dalam pengelolaan pada pendapatan sektor lain,“ pungkasnya.

Kegiatan HLM dilanjut dengan mengunjungi pasar induk Nenang di Kecamatan Penajam untuk mensosialisasi penggunaan perluasan digital daerah serta ketersedian pangan dalam rangka pengendalian inflasi terhadap ketersedian pangan dan sejumlah kebutuhan lainnya.(Advertorial/NK2)