ADVERTORIAL - PARLEMENTARIA

Dampak Corona Begitu Terasa di Kabupaten PPU

Bupati PPU, Abdul Gafur Mas'ud saat menyerahkan sembako gratis kepada perwakilan warga di Penajam

Masyarakat  Bersyukur Peroleh Bantuan  Sembako Dari Pemda PPU

PENAJAM (NK) – Dampak virus corona atau COVID-19 memang begitu jelas nampak dirasakan oleh seluruh masyarakat negeri ini, tak terkecuali di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Demikian dikatakan, Sutarno warga perantau kini berdomisili di Kecamatan Waru, Kabupaten PPU.

Bukan hanya mereka yang kaya, katanya, pejabat ataupun rakyat  biasa, virus mematikan ini telah meresahkan seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk dalam urusan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Bagi mereka yang memiliki sumber penghasilan tetap atau persediaan yang mencukupi mungkin tidaklah terlalu merasakan dampak semua ini. Namun bagi yang tidak memiliki penghasilan tetap atau dapat dikatakan hanya sebagai pekerja serabutan dampak ini begitu membebani mereka.

Sebut saja pasangan keluarga Sutarno dan Sulastri yang merupakan warga perantau kini berdomisili di Kecamatan Waru, Kabupaten PPU ini. Pasangan ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak masyarakat dengan penghasilan tidak tetap yang begitu merasakan dampak adanya virus  COVID-19 di Kabupaten PPU hingga saat ini.

Saat bincang-bincang bersama warga asal Jawa Timur ini dirinya menyebutkan, telah lama berprofesi sebagai pedagang disetiap ada kegiatan pasar malam digelar dengan tempat atau lokasi yang berbeda-beda.

Namun sejak adanya penyebaran virus COVID-19 di Kabupaten PPU ini, rutinitas kegiatan berdagang yang ia lakukan harus dihentikan atas dasar himbauan daerah. Alhasil hampir dua bulan terakhir ini dirinya dan rekan-rekan seprofesinya tidak memiliki penghasilan untuk pemenuhan kebutuhan bagi keluarga mereka.

“Mohon maaf, untuk bayar sewa rumah saya saja belum tentu bulan depan bisa bayar,” ungkapnya.

Sutarno mengungkapkan bahwa dirinya dan rekan-rekan lainnya telah menjalankan himbauan pemerintah tentang larangan terhadap berbagai kegiatan yang mengundang  keramaian atau kerumunan orang banyak di lingkungan masyarakat termasuk  kegiatan berdagang di pasar malam yang selama ini dijalankan oleh penyelenggara secara berpindah-pindah tersebut.

“ Ini sudah menjadi ketentuan dari pemerintah, kami semua sudah harus melaksanakan himbauan tersebut karena memang tujuannya juga baik,” ungkap Sutarno.

Namun dengan kondisi keterpurukkan seperti saat ini dirinya masih merasa bersyukur karena ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten PPU yaitu berupa  bantuan paket sembako kepada masyarakatnya.

“Kami sangat bersyukur sekali atas bantuan yang diberikan Pemerintah Daerah  Kabupaten PPU ini. Terimakasih bapak Bupati,” ungkap Sutarno.

Dari data yang ada bahwa terhitung sejak  dimulainya pendistribusian bantuan sembako kepada masyarakat PPU, hingga 14 April 2020 kemarin  penyaluran bantuan telah tersebar ke 22 kelurahan dan desa yang ada di empat Kecamatan, dengan presentase penerima mencapai hingga 45-50 persen dari 56. 247 KK di seluruh PPU.

Saat ini Kabupaten PPU juga merupakan satu-satunya wilayah di Kalimantan Timur yang telah memberikan bantuan sembako kepada seluruh warganya tanpa membedakan status ekonomi dan golongan dalam masa pembatasan aktivitas untuk pencegahan dan penanganan COVID-19di daerah.

Terkait  ini masyarakat yang belum memperoleh  bantuan juga diminta bersabar karena penyaluran bantuan yang  meliputi beras 10 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 2 kg, mie instan 2 Dus dan 1 rak telur ini juga akan terus dilakukan dan  ditargetkan selesai sebelum bulan suci Ramadhan mendatang.(*/nk)

Berita Popular

To Top