Deklarasi Kampanye Damai di PPU, Para paslon Sepakat Tolak Sara, Hoax dan Politik Uang

Ketiga paslon Pilbup PPU membacakan deklarasi kampanye damai di Kantor KPU PPU


PENAJAM(NK) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melaksanakan Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2018 di halaman kantor KPU PPU sekitar pukul 09.00 wita. Minggu, (18/2/2018).

Acara deklarasi tersebut dibuka dengan senam maumere bersama, dilanjutkan orasi kampanye para Pasangan Calon (Paslon), kemudian pembacaan deklarasi damai, dan terakhir pelepasan burung merpati secara simbolis sebagai bentuk komitmen seluruh elemen dalam menjaga pilkada PPU agar terselenggara dengan damai.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri, Ketua KPU PPU Feri Mei Efendi beserta jajaran komisioner, Sekretaris Daerah PPU Tohar, Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, Dandim 0913/PPU Letkol Czi Dwi Imam Subagyo, Ketua Panwaslu PPU Daud Yusuf, Kepala Badan Kesbangpol PPU Rahman Nurhadi, dan ketiga Paslon yakni Mustaqim MZ-Sofyan Nur, Andi Harahap-Fadli Imawan dan Abdul Gafur Mas’ud-Hamdam beserta tim sukses masing-masing paslon.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPU PPU, Feri Mei Efendi mengatakan, deklarasi kampanye damai tersebut dilaksanakan serentak secara nasional dengan tujuan menciptakan komitmen bersama untuk mewujudkan pilkada aman dan damai tanpa ada gesekan apapun dalam pelaksanaan Pilkada PPU 2018 ini.

“Semua paslon mengikrarkan diri untuk menjaga kondusifitas dalam proses tahapan pilkada di PPU ini,”ujarnya.

Dirinya juga mengapresiasi seluruh paslon dan timsesnya yang hadir dan menumbuhkan rasa kebersamaan dalam pelaksanaan deklarasi kampanye damai ini. Dirinya berharap suasana kekeluargaan tersebut dapat terus dijaga hingga akhir pilkada nanti.

“Alhamdulillah, tadi suasananya cair, semua paslon saling menghargai satu sama lain. Semoga suasana yang cair ini dapat berlangsung hingga penetapan pemenang pilkada nanti,”harapnya.

Kesempatan berbeda, Ketua Panwaslu PPU, Daud Yusuf menegaskan para calon agar tidak melakukan penyebaran Hoax, Sara dan tidak melakukan politik uang.

Kalau ada paslon atau timnya yang terbukti maka sanksinya tegas, bisa dikenakan pidana dan calonnya bisa di diskualifikasi,”tegasnya.

Saat orasi, ketiga paslon bersepakat menolak hoax, isu Sara dan Politik uang. Yang mana paslon Mustaqim-Sofyan Nur menegaskan dalam orasinya bahwa politik uang tidak mendidik masyarakat, sedangkan paslon Andi Harahap-Fadli Imawan akan melakukan sayembara bagi warga yang dapat melaporkan dan memberi bukti akan diberikan penghargaan berupa uang tunai Rp. 5 juta, dan paslon ketiga yakni Abdul Gafur Mas’ud-Hamdam tegas mengharamkan timnya untuk melakukan politik uang.

Diakhir acara, ketiga paslon tersebut menyumbangkan sebuah lagu sebagai hiburan penutup di acara deklarasi kampanye damai Pilbup PPU 2018.(aris/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.