Desember, Kaltim Dipastikan Terima 2,2 Juta Vaksin Covid-19

SAMARINDA (NK)  – Walaupun Kaltim bukan prioritas dalam penanganan Covid-19, namun Pemerintah Pusat melalui kementerian Kesehatan tetap memberikan vaksin yang diperkirakan tiba pada Desember 2020. Provinsi Kaltim mendapatkan kuota sebesar 2,2 juta yang siap dibagikan ke seluruh warga Kaltim.

Bahkan Kemenkes sudah memberi janji pada Kaltim di akhir tahun. Ini berdasarakan Surat SR 02.06 II 050/0950/2020 tertanggal 19 Desember 2020.

Kepala Dinas Kesehatan dr Hj Padilah Mante Runa melalui Kabid P2P Dinkes Kaltim Setyo Budi Basuki menjelaskan vaksin direncanakan diterima Pemprov Kaltim akhir tahun ini. Vaksin ini terlambat satu bulan dari jadwal semula dikarenakan Kaltim bukan prioritas dalam penagnanan Covid-19 nasional.

“Sesuai surat Kementerian Kesehatan Provinsi Kaltim akan menerima 2,2 juta vaksin Covid-19. Saat ini, kami melakukan sosialisasi dan identifikasi data masyarakat yang akan diberikan vaksin,” kata Setyo Budi Basuki pada Selasa (17/11/2020)

Jadi, ujar Setyo, tidak benar jika Kaltim tidak mendapatkan vaksin. Hanya saja vaksin untuk Kaltim diundur distribusinya karena pemeritnah pusat lebih memprioritaskan 10 provinsi dengan zona Merah, diantaranya DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Sasaran vaksin telah ditetapkan, yaitu mereka yang melayani program kesehatan atau tenaga kesehatan, baik pemerintah, TNI dan Polri. Begitupun dengan penerima bantuan iuran (PBI) berusia dari 18-59 tahun.

‘”Saat ini, Dinkes Kaltim memerlukan data dari kabupaten dan kota. Kalau data cepat diterima, maka akan lebih mudah merealisasikan vaksin yang akan tiba. Data yang diperlukan adalah data by name by address (nama yang ssuai dengan alamat penerima. Karena itu, sosialisasi sudah dilakukan ke kabupaten dan kota,” jelasnya.

Sekretaris Diskesprov Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan kuota dari alokasi dan rincian sasaran yang telah ditentukan oleh pemerintah berkisar sebanyak 2.256.506 orang menjadi target sasaran penerima vaksin di Kaltim.

“Penerima vaksin diantaranya warga yang berusia 18-35 tahun dan warga yang saat ini bekerja sebagai PNS, Polri, TNI, anggota BPJS, petugas pelayanan publik, dan pelaku ekonomi,” ujar Andi.(YUL/Risq)