Dinas Perikanan PPU, Dongkrak Budidaya Ikan Air Tawar di Desa Wonosari

PENAJAM (NK) – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pelatihan budidaya ikan air tawar dan pakan mandiri di Desa Wonosari Kecamatan Sepaku, Rabu (15/06/2022). Tujuan diadakan pelatihan ini, untuk menggerak perekonomian masyarakat serta menjadi potensi bagi daerah.

Kegiatan akan berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 15 hingga 17 Juni mendatang. Dengan narasumber dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin Kalimantan Selatan (Kalsel) Sunyoto.

Pelatihan budidaya ikan air tawar dan pakan mandiri diikuti 2 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) dengan anggota sebanyak 57 orang yang berada di Desa Wonosari. Yaitu Pokdakan Ulam Borneo dengan 36 anggota dan Pokdakan Sehati Wonosari 21 anggota.

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto menyampaikan kegiatan ini menggunakan anggaran alokasi dana desa (ADD), bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Desa Wonosari terkait dengan perikanan air tawar. Pelatihan ini merupakan inisiatif kepala desa untuk membantu pokdakan yang saat ini mengeluh terkait pakan ikan.

“Respons masyarakat setempat sangat luar biasa, karena biaya terbesar itu adalah biaya pakan. Dengan adanya pakan mandiri dan mendatangkan narasumber langsung dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar, nantinya pokdakan disini bisa menciptakan pangan mandiri sesuai dengan bahan baku lokal yang ada di sekitar wilayah desa,” ungkapnya.

Ia juga mengharapkan, pokdakan Sesa Wonosari nantinya bisa membuat pakan mandiri agar menjadi nilai tambah buat para pembudidaya ikan air tawar. Menurutnya, dengan harga pakan murah, harga bibit ikan murah maka keuntungan milik pembudidaya itu sendiri.

“Saya harap langkah ini nantinya bisa ditiru desa yang lain sehingga desa yang berpotensi untuk pengembangan budidaya ikan air tawar, bisa mendapatkan produksi yang cukup untuk memproduksi perikanan air tawar. Insya Allah dari Dinas Perikanan akan support pengembangan ikan air tawar di setiap kecamatan hingga desa/kelurahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonosari, Kasiyono menambahkan jika pokdakan akan di siapkan bantuan berupa mesin pakan ikan dan bibit ikan nila kurang lebih sebanyak 20.000 benih. Hal ini merupakan salah satu program desa dalam ketahanan pangan, sesuai dengan peraturan Kementerian Desa terkait penggunaan ADD.

“Saya harap pokdakan Desa Wonosari ini bisa berkembang dengan pelatihan budidaya ikan air tawar. Untuk kedepannya, jangan hanya menjual produknya saja tapi kalau bisa menjual prosesnya, agar nantinya orang datang ke Desa Wonosari bukan hanya berkunjung saja tapi bisa sekaligus belajar membuat pakan ikan murah,” tutupnya (*/Advertorial/NK2)