DPRD Kaltim Fokus Tingkatkan Sekolah Inklusi, Minta Pemprov Perhatikan Pendidikan Disabilitas
SAMARINDA (NK) – Pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (AKB) menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim). DPRD Kaltim berfokus untuk meningkatkan sekolah inklusi di provinsi ini, yang masih jauh dari harapan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati, mengatakan bahwa sekolah inklusi di Kaltim masih kekurangan sarana prasarana (sapras) dan jumlah pendidik yang memadai. Ia menyarankan agar sekolah inklusi yang sudah ada diperkuat pelayanannya, sambil terus melakukan kajian untuk mendirikan sekolah inklusi khusus.
“Kami ingin memastikan bahwa AKB di Kaltim mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sekolah inklusi dan sekolah reguler harus memiliki pelayanan yang berbeda. Sekolah inklusi yang sudah ada harus ditingkatkan terlebih dahulu, sambil kami terus melakukan kajian untuk sekolah inklusi khusus,” ujar Puji Setyowati, Selasa (07/11).
Puji Setyowati, seorang politikus dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), juga mengungkapkan bahwa DPRD Kaltim telah berkoordinasi dengan Universitas Mulawarman (Unmul) mengenai pengadaan jurusan khusus untuk pendidikan disabilitas. Namun, hal ini masih dalam tahap pengkajian dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Ia juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk lebih memperhatikan pendidikan disabilitas, yang merupakan wewenang pemerintah provinsi.
“Kami berharap Disdikbud Kaltim dapat memberikan dukungan penuh untuk pendidikan disabilitas. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi, bukan pemerintah kabupaten,” kata Puji Setyowati.
Dalam waktu dekat, DPRD Kaltim akan mengunjungi beberapa sekolah inklusi di Kaltim untuk memahami kebutuhan mereka. Hal ini akan menjadi bahan untuk rapat dengar pendapat (RDP) yang akan dilaksanakan, sehingga langkah-langkah lebih lanjut dapat diambil untuk meningkatkan pendidikan inklusi di Kaltim. (Adv/NK)
