DPRD PPU Optimis Penerapan Kurikulum Merdeka Berjalan Baik

PENAJAM (NK) – DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menilai penerapan Kurikulum Merdeka bisa berjalan dengan baik di daerah. Khususnya di Benuo Taka yang telah memiliki beberapa guru dan sekolah penggerak.

Ketua Komisi II DPRD PPU, Wakidi mendukung rencana pemerintah untuk merubah kurikulum belajar siswa. Yaitu soal penerapan Kurikulum Merdeka besutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadiem Anwar Makarim.

Ia menilai hal ini merupakan satu langkah yang baik. Utamanya dalam mengatasi krisis belajar atau pembelajaran di sekolah akibat pandemi Covid-19.

“Kami dukung Kurikulum Merdeka diterapkan. Semoga ini bisa untuk kejar kekurangan waktu belajar peserta didik yang belakangan ini berkurang. Akibat mewabahnya virus corona yang membuat hilangnya pembelajaran (learning loss),” ujarnya, Senin, (9/5/2011).

Menurutnya, Kurikulum Merdeka ialah konsep belajar yang dibuat agar peserta didik dapat mendalami minat dan bakat masing-masing. Kurikulum ini juga dinilai sapat meringankan beban guru dengan disederhanakan RPP (rancangan pelaksanaan pembelajaran).

“Konsep itu juga dikatakan dapat menciptakan pembelajaran lebih nyaman, bebas dan berekspresi,” sebutnya.

Selain itu, konsep ini juga diyakini dapat meningkatkan kompetensi dan kemerdekaan guru. Satu sisi, guru juga tidak menuntut peserta didik menjadi seragam cara berpikirnya.

Dengan menerapkan konsep tersebut para guru dapat lebih santai untuk mengajar peserta didik, merdeka belajar juga merupakan pendidikan yang berpatokan pada bakat dan minat peserta didik.

 

“Dengan begitu, ini dapat mendukung inovasi guru untuk mengajar dan penghapusan UN (ujian negara),” kata Wakidi.

Lebih lanjut, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap pola ini bisa dapat segera diterapkan di PPU dengan lancar. Sementara ini juga diketahui kurikulum baru ini telah diujicobakan di sekolah pelaksana PSP (program sekolah penggerak).

“Di Kabupaten Penajam Paser Utara termasuk tinggi untuk guru penggerak dan gunakan kurikulum Merdeka belajar. Jadi saya yakin PPU siap menerapkan Kurikulum Merdeka karena telah memiliki guru penggerak yang cukup banyak,” pungkasnya. (*/Advertorial/NK2)