Dr. Willie Smits Nilai Keputusan IKN Pindah Ke PPU Bijaksana

PENAJAM (NK) –  Ilmuwan kehutanan, ahli mikrobiologi, konservasionis, dan aktivis hewan juga  Director Chief Science Officer PT. Arsari Enviro Industri, Dr. Willie Smits menilai pemerintah Indonesia cukup bijaksana memutuskan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya di areal konsensi T ITCI Hutani Manunggal (IHM) dan PT. ITCI Kartika Utama (ITCIKU) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Demikian dikatakan, Dr. Willie Smits kepada awak media, ketika mengikuti kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, saat berkunjung menara api (Fire Tower) di Bukit Soedharmono Kawasan PT. ITCIKU, Kecamatan Sepaku, PPU bersama , Rabu (2/10/2019).

“Menurut saya sudah sangat bijaksana pemerintah Indonesia memindahkan IKN ke kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. IHM dan ITCIKU, karena lahannya juga kurang subur atau gersang sehingga cocok untuk dijadikan sebagai ibu kota,”katanya

Dijelaskannya,  jika dilihat dari warna tanahnya terlihat sudah kuning  hal itu karena bahan organisnya telah habis jadi tidak lestari kalau terus menerus dengan rotasi pendek dikembangkan sebagai kawasan HTI tidak cocok, sehingga dengan rencana green city maka harus mengembalikan kesuburan tanah dengan pupuk organic memberikan bahan yang dapat membuat daya tahan air lima sampai tujuh kali naik, Ph menjadi baik dan unsure haranya.

“Jadi lahan ini sedikit lagi sudah kritis, erosinya sudah banyak jadi harus ada penataan, ya dari segala aspek lahan itu sangat baik untuk ibu kota,”tegasnya.

Sementara itu, tambahnya, terkait habitat orang utan sama sekali tidak pernah ada orang utan yang hidup di selatan dari sungai mahakam atau timur dari sungai. Itu dongeng orang yang mengangkat itu sebagai isu bahwa di sini akan dihancurkan hutan, disini tidak ada hutan tersebut, hanya ada mono kultur atau HTI.

 “Jadi isu pemindahan IKN ke kawasan HTI akan merusak lingkungan hidup itu tidak bener dan areal ITCI yang kami urus reboisasinya ini kelak  akan menghasilkan air untuk IKN sehingga harus dipertahankan kualitas hutannya,”pungkasnya. (nav/nk)