Dua Hari PPU Dikepung Empat Titik Api Karhutla

Petugas gabungan terdiri dari Kodim 0913/PPU, Polres, BPBD PPU, Satgas Karhutla, DPKP dan Satpol PP PPU, berupaya memadamkan api yang membakar 7 Ha hutan di RT 01, Kelurahan Lawe – Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU

Tim Masih Lakukan Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Giripurwa

PENAJAM (NK) – Selama dua haru sejak Sabtu (11/8/2018) hingga Minggu (12/8/2019) wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) khususnya di Kecamatan Penajam Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dikepung empat titik api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Keterangan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU melalui Kasubbid Logistik BPBD PPU, Nurlaila, kepada newskaltim.com mengatakan, total titik api yang telah berhasil dipadamkan sebanyak empat titik tersebar di beberapa kelurahan dan desa.

Lahan yang terbakar total mencapai 9 hektar lebih dengan empat titik api terjadi di RT. 10 Kelurahan Gunung Seteleng, RT 01, Kelurahan Lawe – Lawe dan terakhir di RT 02 Desa Giripurwa, semua berada di Kecamatan Penajam,”tukasnya.

Petugas gabuangan saat memadamkan api di lahan gambut diperkebunan kelapa sawit di Desa Giripurwa Kecamatan Penajam, PPU

Dibeberkannya, kebakaran lahan pertama terjadi di RT 10 Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam dengan luas lahan yang terbakar kurang lebih 2 hektar pada Sabtu kemarin sekitar pukul 16.50 wita. Lokasi yang terbakar merupakan lahan kosong tempat berada di dekat Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB).

Ia menuturkan, kebakaran di Kelurahan ini dapat dipadamkan pada pukul 18.00 wita, setelah tim Pusdalops BPBD PPU, bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), anggota Kodim, Polres melakukan pemadaman secara manual maupun dengan cara penyemprotan menggunakan mobil pemadam kebarakan.

“Setelah berhasil memadamkan api pada lokasi pertama, kemudian kami melanjutkan upaya pemadaman di lokasi kedua sekitar RT 1 Kelurahan Lawe – Lawe, awalnya diketahui hanya dua titik apa saja tetapi setelah dilakukan penyelusuran tim menemukan satu titik api lagi setelah di lokasi itu terdapat tiga titik api,”ungkap Nurlaila.

Ditambahkannya, pada lokasi kedua tim baru menemukan titik api pada pukul 18.30 wita, karena lokasi kebakaran cukup jauh dan tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam kebakaran, maka peralatan manual pemadam diangkut oleh dua mobil operasional BPBD dan Polres PPU.

Namun, lanjutnya, untuk menjakau titik kebakaran kedua kendaraan roda empat sudah tidak bisa digunakan, karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan operasional BPBD dan Polres itu, sehingga semua peralatan manual harus diangkut oleh tim menuju lokasi tersebut. Kondisi serupa saat tim menuju ke lokasi titik ketiga.

“Lokasi yang terbakar di kelurahan Lawe – Lawe merupakan hutan belukar, sehingga akses menuju ke lokasi harus ditempuh dengan cara berjalan kaki. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 22.10 wita, setelah pemadaman secara manual dilakukan oleh tim lapangan yang terdiri dari 11 orang personel BPBD, sembilan Satgas Karhutla, Polres lima orang, lima orang personel Kodim 0913/PPU serta sejumlah anggota Satpol PP PPU,”ujarnya.

Untuk diketahui, jelasnya, setelah tim lapangan berhasil melakukan pemadaman di lokasi kedua. Pada minggu (12/9/2018) sekitar pukul 09.00 wita BPBD kembali mendapat laporan kebakaran di daerah RT 02 Desa Giripurwa berupa kebakaran lahan kebun kelapa sawit milik warga dan RT 03  dengan sebaran api cukup luas .

Hingga saat ini upaya pemadaman di RT 03 Desa Giripurwa masih berlangsung, dan kini tim lapangan gabungan dari BPBD, anggota Koramil Penajam, Polsek Penajam, Damkar Petung terus berupaya untuk melakukan pemadaman secara manual maupun dengan mesin pemadam portable. Kami yakin api bisa segera dipadamkan,”tandasnya.

Lokasi yang terbakar kali ini, kata Nurlaila, posisinya dekat dengan lahan yang pernah terbakar di tahun 2016 silam meskipun beda titik bakar. Karena kultur tanah adalah gambut maka pihaknya memimta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

“Kami minta agar aparat desa Giripurwa melakukan tindakan preventif atau pencegahan lebih intens kepada masyarakatnya, mengingat wilayah atau lokasi tersebut merupakan areal lahan gambut yang memerlukan ekstra penanganan apabila terjadi kebarakan,  terlebih lagi jika lokasi yang terbakar cukup luas,”pungkas Nurlaila.

Untuk diketahui, hingga saat ini pukul 16.00 wita, tim lapangan gabungan masih melakukan pemadaman kebakaran lahan di RT 03 Desa Giripurna, sementara luasan sebaran api  terus meluas.(nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.