Forum Diskusi Kedai Kopi Etam Bahas Calon Figur Pasangan Bupati Kukar 2020


TENGGARONG (NK) – Mulai hangatnya suhu politik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Forum Diskusi kedai Kopi Etam, Rabu (17/7/2019) sore menggelar diskusi dengan bahasan figur calon bupati dan wakil bupati Kukar, dimana tahun 2020 mendatang Kukar akan melakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Forum diskusi dengan peserta kalangan muda Kukar itu mengusung tema, “Tantangan Pembangunan Kukar 2020”. Segala konsep program kemajuan daerah dibahas mulai dari pembangunan insfratruktur, lintas sektoral, pemberdayaan dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Pertemuan digawangi oleh Rektor di Universitas Kukar, Erwin  juga selaku tokoh insan akademisi, dihadir Ketua DPC Hanura Kukar, Ishack Iskandar, Ketua DPC PAN Kukar, Supriyadi serta sejumlah peserta diskusi lainnya.

Erwin  memulai diskusi membahas tentang tiga faktor,  pertama untuk mendorong kemajuan serta perubahan pembangunan di Kukar pentingnya didasari oleh Pengelolaan dan pemanfaatan sektor SDA dengan baik dan benar demi untuk keberlangsungan hajat hidup rakyat, faktor kedua  pembangunan Karakter Mental, fisik dan kecerdasan intlektualitas SDM, ketiga yakni pengelolaan dan pengadaan sumberdaya Buatan yang berkualitas dan berquantitas.

Suasana seketika berubah sedikit serius namun terkesan santai, saat kehadiran dua tokoh pembaharu yang ditunggu kehadirannya selaku nara sumber utama dalam diskusi. Kedua tokoh yang dimaksud yakni Awang Yacoub Luthman (AYL) dan Darlis Pattolongi (DP) pada kesempatannya sebagai salah satu figur calon kepala daerah yang juga diunggulkan.

Selaku putra daerah asli Kutai, AYL saat ditanya oleh moderator apakah siap maju ke kancah Pilbub Kukar 2020 terkesan agak malu-malu dan belum menunjukkan sikap antusiasme sebagai petarung yang siap, namun  dijawab singkat  AYL, masalah kesiapan biar Allah yang atur.

Sementara itu, Ishack Iskandar menanggapi  berbeda pandangan, dimana menurutnya melihat peluang Pilbub 2020 itu lumrah terjadi namun untuk menyatukan persepsi bukan hal mudah, melalui komentarnya dalam diskusi sedikit menyentil kedua calon yang rencananya akan diusung oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW-PAN) Kalimantan Timur (Kaltim).

“Jangan malu-malu kucinglah, seharusnya seorang politikus sasarannya adalah kekuasaan, saya sendiri mengatakan siap, jika nanti ada sponsor yang mendukung saya akan maju dan untuk mengembalikan cost yang dikeluarkan tidak harus korupsi,” cetus Ishack.

Awang Yacoub mengajak, seluruh peserta diskusi untuk membedah mulai dari sisi pembenahan sektor ekonomi kemasyarakatan, sosial budaya kearifan lokal, kreativitas kesenian keberagaman dan konsep spiritualisme keagamaan serta program unggulan di bidang pendidikan.

“Jika kedatangan pak Darlis selaku tokoh yang siap mengusung visi dan misi yang sama tentang pembenahan menuju perubahan kukar,  tidak ada masalah jika saya  dan Darlis disandingkan melalui pertarungan Pilbub kukar 2020. Kalaupun nantinya saya yang akan diusung selaku calon bupati dan pasangannya Darlis selaku wakil, kami telah bersepakat agar wakil yang menangani urusan dana APBD, tujuannya agar wakil juga mempunyai tupoksi kerja dan bukan hanya duduk selaku pendamping saja,” katanya.

Sementara itu, lanjut Awang, dirinya selaku bupati nantinya akan lebih leluasa melihat kukar secara luas, keutamaan perkembangan kukar proyektif dan perpekstif kedepan.

Menjawab hal itu Darlis mengatakan, untuk maju menjawab tantangan pembagunan kukar 2020 dibutuhkan kesiapan secara mental fisikli dan kecerdasan spiritual, intelektualitas. Hal itu didasari sejak dini selaku calon pemimpin, utamanya merangkul pemuda yang siap mengawasi kinerja kepala daerah dan wakilnya nanti.

Ishack menambahkan, sedikit berbicara strategi pemenangan selain kesiapan mental fisik dan intlektualitas juga perlunya mempersiapkan finansial selaku modal dan kunci utama dalam merebut kemenangan pertarungan, melihat kondisi masyarakat Kukar hari ini sedang mengalami ketimpangan ekonomi yang tidak puas hanya dengan konsep retorika politik pembangunan. Kondisi itu berdasarkan pengalaman Pileg di Kukar kemarin.

Menurutnya, dirinya  mengamati dan membaca peta kekuatan suara politik keduanya, karena ada beberapa calon yang siap bertarung di Pilbup Kukar 2020 dengan kekuatan finansial yang mumpuni.

“Melihat kondisi ekonomi warga Kukar hari ini, para calon sebaiknya tidak hanya berkoar tentang retorika politik saja tetapi tidak dapat dipungkiri bagaimana mereka bisa makan hari ini, jangan sampai figur calon yang mumpuni secara intelektualitas untuk memimpin Kukar disalip oleh calon lain yang tidak unggul kualitas namun unggul secara finansial akan dipilih dan ini fakta yang terjadi di daerah itu dalam pertarungan pileg kemarin,” bebernya.

Usai acara diskusi, kepada  awak media Darlis menegaskan, PAN siap melakukan opsi lain apakah mengusulkan kader partai untuk maju atau sejumlah figurlainnya  yang akan diusung oleh partai berlambang matahari tersebut.

“PAN siap dan untuk opsi lain, selain itu kami  juga ada Baharuddin Demmu. Saya walaupun berkedudukan selaku ketua DPW PAN Kaltim, tetap akan memberi ruang kepada Baharuddin untuk tetap maju dan semua tergantung hasil keputusan bersama di kubu internal partai, hanya yang utama adalah mencari pasangan koalisi guna mencukupi kuota kursi di parlement Kukar,” pungkasnya. (im/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.