ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoHEADLINEKaltim

Hamas Sebut Program GERTI Sekolah sesuaikan dengan TKD 2026

SAMARINDA (NK) – Program pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi perbincangan hangat setelah muncul pertanyaan publik terkait hilangnya salah satu agenda yang berkaitan dengan GERTI Sekolah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim memastikan bahwa program tersebut masih terkait dengan dokumen kebijakan yang tengah disusun, yaitu Transfer ke Daerah (TKD) 2026 serta rancangan Peraturan Daerah tentang Pendidikan.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menjelaskan bahwa hubungan antara program pendidikan dan dokumen perencanaan tahun 2026 bersifat langsung. Namun ia menegaskan bahwa penyusunan anggaran pendidikan belum mencapai tahap final.

“Hasil TKD 2026 dengan rancangan perda pendidikan ini pasti ada keterkaitan, cuma kita belum membentuk anggaran,” jelas Hamas, Rabu (19/11/2025)

Ia pun mengatakan bahwa pembahasan anggaran pendidikan masih berjalan dan akan diselesaikan menjelang akhir November. Menurutnya, proses ini membutuhkan sinkronisasi antara program pemerintah, kemampuan fiskal, dan regulasi baru yang sedang disusun.

“Nanti akhir November. Untuk tanggal pastinya? Akhir-akhir. Paling tidak kan 30,” jelasnya.

Hasanuddin juga menegaskan bahwa program pemerintah dalam sektor pendidikan tetap menjadi prioritas, termasuk GERTI Sekolah yang sebelumnya dipertanyakan publik. Setelah rancangan perda dan TGAD selesai, barulah anggaran dapat disesuaikan secara resmi.

“Kalau program pemerintah optimis lah. Itu kan termasuk program prioritas. Kita dukung,” ucapnya.

Namun ia mengingatkan bahwa kesiapan fiskal tetap menjadi syarat utama agar seluruh agenda pendidikan dapat direalisasikan. Pemerintah harus memastikan bahwa alokasi anggaran tidak melebihi kemampuan daerah.

“Yang penting kesiapan fiskal kita cukup,” tegasnya.

Dalam diskusi mengenai pembiayaan, sempat disebutkan bahwa kebutuhan anggaran pendidikan untuk program prioritas mencapai angka Rp1,4 triliun. Angka itu dinilai besar, namun DPRD optimistis selama struktur APBD mencukupi.

“Pak Rudi kan kemarin bilang itu 1,4 T. Itu kan jumlah fantastis lagi,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa besarnya angka tersebut tidak menjadi hambatan selama program itu masuk prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, pendidikan adalah sektor strategis yang tidak mungkin ditinggalkan.

“Kita optimis saja. Selama prioritas, kita dukung,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Hasanuddin juga mengungkapkan proyeksi yang lebih luas mengenai kemampuan fiskal daerah pada tahun 2026. Ia menyebut bahwa APBD Kaltim diperkirakan berada pada kisaran Rp15 triliun.

“APBD 2026 ini perkiraan sekitar 15 triliun. 15 sekian-sekian,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proyeksi tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan seberapa besar porsi anggaran yang dapat diberikan kepada program pendidikan, termasuk integrasi program GERTI Sekolah dalam kebijakan daerah tahun depan.

Dengan proses pembahasan yang masih berjalan, Hasanuddin meminta masyarakat bersabar hingga dokumen TGAD dan Raperda Pendidikan selesai difinalisasi. Ia menegaskan bahwa DPRD akan memastikan sektor pendidikan tetap mendapat perhatian utama dalam APBD 2026.

“Kita tunggu finalnya saja. Yang penting pendidikan tetap prioritas,” tutupnya (ADVERTORIAL/NK)