BalikpapanBorneoEdukasiHEADLINETNI - POLRI

Jaga Kondusifitas DAD Balikpapan Jadi Mitra Pemerintah, TNI dan POLRI

BALIKPAPAN (NK) – Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Balikpapan dibawah kepemimpinan Dr. Abriantinus, MA, telah menyatakan dirinya siap ikut menjaga kondusifitas daerah bermitra dengan pemernintah, TNI dan POLRI.

Demikian ditegaskan, Ketua Panitia Musyawarah Daerah I DAD Kota Balikpapan, Seven Jon kepada newskaltim.com, Sabtu (28/11/2020) di Balikpapan. Dimana pelaksanaan Musda telah digelar pada Jumat (20/11/2020) kemarin diberhasil menetapkan Dr. Abriantinus, MA sebagai ketua DAD Kota Balikpapan 2021 sampai dengan 2025 mendatang.

“DAD Kota Balikpapan adalah mitra bagi Pemerintah,TNI dan POLRI untuk menjaga kondusifitas, DAD juga merupakan wadah bagi Masyrakat Dayak untuk ikut serta dalam pembangunan,” tegas Seven Jon yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral pusat Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak (Koppada) Borneo.

Ketua DAD Balikpapan terpilih, Dr. Abriantinus MA mengenakan jas hitam (tengah) bersama Ketua Panitia Musda I, Seven Jon (pinggir kanan) dan sejumlah tokoh dayak

Ia menjelaskan, sebagai mitra dan ikut serta dalam pembangunan maka ada langkah-langkah strategis yang dilaksanakan oleh DAD, yakni,  dibidang Adat dan Budaya, pariwisata dan berbagai langkah strategis lainnya sehingga warga Dayak dimana saja berada bisa menjadi mitra dan berguna bagi bangsa dan negara.

DAD secara khusus, lanjutnya, memang berfungsi bagaimana menjaga dan mengembangkan berbagai seni dan budaya Dayak sehingga menjadi tuan rumah dan menjadi tujuan wisata, karena seni budaya Dayak sebenarnya sangat menarik dan layak untuk ketahui oleh masyarakat Indonesia dan bangsa negara lain sehingga dapat dipelajari dikembangkan bahkan sangat layak untuk dijadikan obyek wisata.

“Oleh karena itu DAD yang baru saja terpilih ketuanya untuk periode kepengurusan tahun 2021 hingga 2025 mendatang, segera menyusun struktur kepengurusan dan diharapkan dengan pengurus yang terpilih nantinya benar-benar dapat melaksanakan tugas dan fungsi sesuai bidang masing-masing,” tukasnya.

Hal ini penting, terangnya, karena tantangan kedepan sangat luar biasa, sebab Ibu Kota Negara (IKN) sudah pasti berada di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Balikpapan merupakan kota pertama sebagai penyangga ibu kota serta wilayah pertama bakal menghadapi perkembangan IKN itu nanti.

Oleh karena itu, lanjut Seven Jon, kepemimpinan DAD kali ini merupakan tonggak sejarah dan merupakan pondasi awal untuk menghadapi kemajuan baik ekonomi, pendidikan, ilmu teknologi dan perkembangan modern lainnya. Tentunya untuk menghadapi itu semua harus ada SDM mumpuni dan siap bersaing. DAD juga, konsen menghadapi hal tersebut.

“Kita tidak boleh lagi tertinggal dan harus terus berbenah untk mempersiapkan SDM oleh karena itu, mari kita semua warga Dayak berlomba utk meningkatkan SDM dan membangun sinergitas dengan semua pihak agar kita bersama sama bisa mewujudkan apa harapan kita bersama. Seni dan Budaya Dayak harus bisa seiring dan sejalan dengan seni dan budaya lain dengan baik pula,” ujar pria ramah ini.

Menurutnya, DAD merupakan representasi dari masyarakat Dayak, oleh karena itu, adat istiadat Dayak sangat perlu diketahui dan dimengerti oleh semua pihak yang berada dan tinggal di tanah Dayak. DAD nanti juga akan melakukan kajian-kajian dan sekaligus akan menyampaikan serta memberitahukan kepada semua stakeholder baik pemerintah, pengusaha bahkan pihak lainnya.

“Semua itu agar mereka bisa memahami tentang adat istiadat dan budaya Dayak, sehingga ketika semua pihak memahami dan mengerti tentang budaya,adat istiadat Dayak, maka tidak ada lagi terjadi pelanggaran adat maupun asumsi bahwa Dayak itu tidak ada di kota Balikpapan dan sekitarnya,” pungkas Seven Jon.(nav)